Mengapa Pesawat Jayawijaya Dirgantara Air Tergelincir di Wamena? Tunggu Penyelidikan KNKT

Pengungkapan penyebab kecelakaan pesawat kargo Jayawijaya Dirgantara yang keluar dari landas pacu (runway) di Bandara Wamena harus menunggu hasil penyelidikan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi.
Rio Sandy Pradana | 25 Mei 2018 18:29 WIB
Pesawat Jayawijaya Dirgantara tergelincir di Wamena - Istimewa

Bisnis.com, JAYAPURA - Pengungkapan penyebab kecelakaan pesawat kargo Jayawijaya Dirgantara yang keluar dari landas pacu (runway) di Bandara Wamena harus menunggu hasil penyelidikan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi.

Sementara, berdasarkan isu yang berkembang, Capt. Pius Realino selaku pilot pesawat sempat melaporkan ada masalah pada salah satu mesin. Kondisi mesin dilaporkan berasap, tetapi pilot tetap memutuskan untuk terbang dan melakukan prosedur pendaratan (landing procedure).

Alhasil, salah satu mesin pesawat terlepas dan tertinggal di jalur runway, sementara pesawat oleng dan meluncur keluar landasan.

Menanggapi hal tersebut, pengamat penerbangan yang juga Anggota Ombudsman Indonesia Alvin Lie menilai informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi kebenarannya. Perlu ada penyelidikan terhadap rekaman suara kokpit dan data penerbangan.

"Kita tidak tahu pasti apa yang menyebabkan mesin lepas. Disebabkan oleh hard landing atau masalah lain, itu perlu diselidiki oleh KNKT," kata Alvin, Jumat (26/5/2018).

Pihaknya menilai pesawat berusia hingga 30 tahun masih bisa dinyatakan laik terbang apabila perawatannya disiplin. Terlebih, sebelum terbang biasanya pesawat telah mendapatkan sertifikasi dari teknisi maskapai.

Selain itu, Alvin menjelaskan Boeing 737-200 sudah dilakukan bermacam pengujian pendaratan. Bahkan, dalam kondisi hard landing sekalipun jarang terjadi sayap atau roda yang patah, apalagi sampai mesin terlepas.

Hingga berita ini diunggah, Ketua Komisi Naasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengaku baru mendapatkan informasi kecelakaan tersebut. Pihaknya segera menugaskan tim untuk melakukan penyelidikan.

"Saat ini belum ada statement dan detilnya. Tim akan berangkat malam ini," kata Soerjanto.

 

Menurut Antara, Pesawat Jayawijaya Dirgantara Air dengan nomor penerbangan PK-JRM, Kamis (24/5/2018), sekitar pukul 14.08 WIT tergelincir saat mendarat di Bandara Wamena.

Pesawat kargo yang mengangkut berbagai jenis barang, seperti beras dan semen itu mengalami kecelakaan saat mendarat di runway 15.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal kepada Antara, di Jayapura, Kamis , membenarkan kecelakaan pesawat saat mendarat itu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Dari laporan yang diterima, pesawat dengan pilot Kapten Pius Realino dengan tiga kru mengalami kecelakaan akibat mesin pesawat sebelah kiri terlepas dan jatuh. Pesawat oleng hingga mendarat di sebelah kiri "runway".

"Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan aktivitas penerbangan tetap berlangsung normal karena posisi pesawat yang berada di luar 'runway'," kata Kombes Kamal.

Lama penerbangan Jayapura-Wamena dapat ditempuh sekitar empat setengah jam perjalanan.

Sumber : Antara

Tag : penerbangan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top