Komisi V DPR: Bandara Kertajati Butuh Waktu Berkembang

Komisi V DPR RI menilai wajar jika Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat masih sepi dari maskapai penerbangan
Lingga Sukatma Wiangga | 24 Mei 2018 13:03 WIB
Foto aerial proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Rabu (28/3). Jelang operasional BIJB pada Mei 2018, proyek pembangunan fisik Bandara BIJB yang saat ini telah mencapai 91,2 persen dan ditargetkan rampung pada April mendatang. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Kabar24.com, JAKARTA — Komisi V DPR menilai wajar jika Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat masih sepi dari maskapai penerbangan.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ibnu Munzir mengatakan pihaknya tak akan buru-buru mengevaluasi kinerja dari bandara internasional tersebut.

“Tentu saja biarkan dia berjalan dulu, berlangsung dulu seperti yang kita harapkan. Memang pengalaman kita kalau bandara baru itu airline belum banyak berminat, ketika penumpangnya banyak dan segala macam sudah mulai tumbuh pastilah airline berlomba ke situ,” katanya di Kantor Wakil Presiden, Kamis (24/5/2018).

Dia mencontohkan, ketika bandara anyar dibangun di daerah-daeraha rata-rata kebutuhan maskapai penerbangan harus disubsidi terlebih dahulu oleh pemerintah daerah.

Hal itu menurutnya akan memancing minat dan jumlah pemumpang sehingga jumlahnya terkatrol.

“Jadi saya kira kami juga enggak buru buru evaluasi,” ujarnya.

Seperti diketahui, BIJB Kertajati diresmikan hari ini Kamis (24/5/2018) dengan ditandai pendaratan perdana pesawat kepresidenan.

Ibnu mengatakan, peresmian BIJB Kertajati dilakukan saat Ramadan karena bandara tersebut salah satunya diproyeksikan untuk mengahadapi arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

 

Tag : jokowi, bandara kertajati
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top