9.000 Desa Belum Terjangkau Sinyal Seluler

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menargetkan agar pada 2020 seluruh wilayah Indonesia telah terjangkau jaringan seluler.
Duwi Setiya Ariyanti | 24 Mei 2018 17:18 WIB
Warga menerima panggilan masuk melalui telepon genggamnya di pelosok Mosairo, Nabire, Papua, Selasa (11/7). - ANTARA/Indrayadi TH

Bisnis.com, JAKARTA — Masih terdapat 9.000 desa yang belum tersentuh sinyal seluler karena belum meratanya infrastruktur.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Lathif menargetkan agar pada 2020 seluruh wilayah telah terjangkau jaringan seluler.

Adapun, saat ini, untuk ketersediaan jaringan, masih tersisa sekira 9.000 desa atau 22% dari daerah yang terjangkau 2G yang belum tersentuh sinyal. 

Berdasarkan data sebaran sinyal seluler tahun 2017, untuk jaringan 2G, cakupannya 88,28% desa, 98,13% cakupan permukiman, dan terbangun 133.903 base transceiver station (BTS). 

Untuk jaringan 3G, saat ini cakupannya menyentuh 75,06% desa, 92,91% permukiman dan telah terbangun 171.007 BTS. Terakhir, jaringan 4G baru mencakup 50,88% desa, 74,09% permukiman melalui 12.701 BTS.

“9.000 desa lah yang belum ada sinyal,” ujarnya dalam acara LTE Conference 2018, Balai Kartini, Kamis (24/5/2018).

Pihaknya pun menyiapkan satelit untuk mengimbangi kemampuan ketersediaan BTS. Menurutnya, secara topografi dan geografi, memang sulit untuk memeratakan infrastruktur di Indonesia.

Oleh karena itu, pihaknya akan menggunakan high-throughput satellite (HTS) untuk menghubungkan daerah terpencil. 

“Betapa cost-nya terlalu mahal. Oleh karena itu kita menyiapkan HTS,” katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
seluler

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top