Pengusaha Logistik Bentuk Sekretariat Bersama Pantau Pungli

Gabungan asosiasi dan komunitas yang bersentuhan dengan logistik membentuk sekertariat bersama untuk memantau pungli.
Jaffry Prabu Prakoso | 23 Mei 2018 01:12 WIB
Truk pengangkut peti kemas melintasi kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. - Bisnis.com/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Gabungan asosiasi dan komunitas yang bersentuhan dengan logistik membentuk sekertariat bersama untuk memantau pungli.

Koordinator Sekretariat Bersama Anti Pungli dan Premanisme Truk (Sekber APPT) Teguh Siswanto mengatakan ini merupakan komitmen untuk menolak aksi pungli yang tidak bertanggung jawab sehingga menimbulkan keresahan.

"Yang mengalami adalah pengemudi. Artinya saat mereka terancam akan berimbas ke pengiriman barang dan ini menyebabkan ongkos logistik juga naik," ungkapnya kepada Bisnis pada Selasa (22/5/2018).

Sekber APPT, menurut dia, bertujuan menampung informasi wilayah mana saja yang sering dijadikan tempat premanisme.

Informasi tersebut dikumpulkan melalui berbagai media sosial yang setelahnya akan diberikan kepada polisi dan Kementerian Perhubungan.

Hasilnya awal pekan lalu Polres Metro Jakarta Utara mengamankan 83 pelaku dan 13 orang tersangka telah ditahan.

Jakarta Utara menjadi kawasan paling rawan mengingat jumlah truk sangat banyak di sana karena pergerakan ekspor-impor sekitar 55% kontainer nasional lalu-lalang di Pelabuhan Tanjung Priok.

Tag : pungli
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top