Kesiapan Jalan Tol dan Bukan Tol Sambut Pemudik Tahun Ini Diklaim Lebih Baik

Kesiapan infrastruktur jalan tol dan bukan tol dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2018 diklaim lebih baik dari tahun lalu.
Yanita Petriella | 21 Mei 2018 14:23 WIB
Kendaraan antre di gerbang tol Cipali Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/6). Memasuki H4 Lebaran, arus balik dari Jawa Tengah menuju Jakarta masih terpantau padat dan puncak arus balik diprediksi terjadi pada H5 dan H6. - Antara/Dedhez Anggara

Bisnis.com, JAKARTA — Kesiapan infrastruktur jalan tol dan bukan tol dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2018 diklaim lebih baik dari tahun lalu.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Arie Setiadi Moerwanto mengatakan bahwa tingkat kemantapan jalan nasional yang menjadi jalur mudik mencapai 90%.

Di Pulau Jawa, Kementerian PUPR telah melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan bukan tol baik di lintas utara, tengah dan selatan Jawa.

Selain itu, pada tahun ini, untuk ruas pantai selatan Jawa juga cukup baik kondisinya.

“Kami berusaha keras untuk memberi pelayanan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Untuk jalur lintas pantai selatan kita sebut sebagai scenic road atau jalur wisata. Kondisi jalannya tahun ini lebih baik dan mantap,” ujarnya melalui siaran pers, Minggu (20/5/2018).

Direktur Preservasi Jalan Ditjen Bina Marga Hedy Rahardian menuturkan bahwa kementerian mendorong jalur pantai selatan Jawa bisa menjadi pilihan pemudik terlebih libur Lebaran 2018 cukup panjang.

“Tahun ini jumlah penginapan juga sudah lebih banyak, demikian juga tempat camping dan fasilitas umum lainnya,” katanya.

Jalan pantai selatan Jawa memiiki panjang 1.405 kilometer dibangun menyusuri garis tepi pantai selatan dari wilayah Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta hingga Jawa Timur sehingga banyak sekali ditemukan obyek wisata pantai yang lokasinya tidak jauh dari trase jalan.

Kementerian PUPR juga akan menghentikan seluruh pekerjaan konstruksi jalan pada H-10 hingga H+10 Lebaran mendatang untuk memberi kelancaran pada arus mudik.

Penghentian pekerjaan tidak berlaku untuk penutupan lubang yang bersifat minor sehingga dapat meningkatkan kenyamanan berkendara.

Salah satunya adalah pekerjaan jalan tol layang Jakarta—Cikampek yang akan dihentikan dan dikembalikan kondisinya menjadi empat jalur.

Tag : jalan tol, mudik lebaran
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top