Telkom-Cisco Garap Bisnis Digital untuk Perusahaan

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), Tbk berkolaborasi dengan Cisco International Limited menggarap bisnis digital untuk segmen perusahaan melalui penandatanganan nota kesepahaman.
Duwi Setiya Ariyanti | 21 Mei 2018 15:05 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), Tbk berkolaborasi dengan Cisco International Limited menggarap bisnis digital untuk segmen perusahaan melalui penandatanganan nota kesepahaman.

Dalam keterangan resminya yang diterima Bisnis, Senin (21/5/2018), Telkom dan Cisco akan menjalankan program transformasi digital. Adapun, dalam nota kesepahaman yang diteken hari ini, kedua perusahaan akan fokus pada jaringan, keamanan siber, hubrid cloud dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Rincinya, pertama, kolaborasi Telkom-Cisco akan membangun nilai tambah melalui solusi jaringan dan pelayanan fasilitasi bagi industri strategis yakni perbankan, ritel dan manufaktur. Dengan solusi tersebut industri bisa menerapkan otomasi sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas dan pemangkasan biaya operasi.

Kedua, dari sisi keamanan siber bertujuan untuk menyediakan perlindungan untuk mengantisipasi insiden keamanan siber. Solusi ini akan dihasilkan dengan melengkapi penawaran Telkom dengan produk milik Cisco seperti Firewalls, IPS, Stealthwatch.

Ketiga, kerja sama untuk pelayanan manajemen bersama cloud. Caranya, dengan menyediakan solusi fleksibel yang memfasilitasi perusahaan untuk menyimpan, memproses dan mengelola data secara jarak jauh (remote servers) dengan pilihan public atau private.

Terakhir, pengembangan SDM melalui pelatihan bagi tim teknisi dan penjualan dalam rangka meningkatkan kapabilitas tim. Pelatihan antara lain terdiri dari materi yang diberikan oleh Networking Academy Cisco, seperti network programmability, cybersecurity, dan Blackbelt Framework.

Di Indonesia, Network Academy Cisco telah melatih lebih dari 32.000 peserta di bidang finansial pada tahun 2017 dan secara total telah melatih 182.506 peserta di Indonesia dan 1,26 juta di wilayah Asia-Pasifik dan Jepang.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Dian Rachmawan mengatakan langkah transformasi digital yang ditempuh perusahaan menjadi peluang usaha baru bagi penyedia solusi. Adapun, diperlukan kombinasi keahlian dan kapabilitas dari sisi pengetahuan dan pengalaman agar transformasi digital bisa berjalan dengan mulus. Oleh karena itu, pihaknya menggandeng Cisco melalui sebuah kerja sama sehingga bisa mendorong transformasi digital di kalangan badan usaha milik negara (BUMN).

“Bagi BUMN dalam mewujudkan potensi penuh transformasi digital, hal yang penting adalah kolaborasi stakeholder dari sektor publik dan swasta untuk saling berbagi best practice”, katanya.

President Asean Cisco Systems, Naveen Menon mengatakan transformasi digital tak hanya bergantung pada teknologi. Kendati demikian, perlu didukung dengan ancaman siber dan kualitas SDM yang mumpuni.

Dia berharap kolaborasi dengan Telkom bisa menyentuh semakin banyak perusahaan di Indonesia untuk melakukan digitalisasi.

"Saya percaya bahwa kombinasi pemahaman Telkom terhadap kondisi bisnis Indonesia dan jangkauan luas solusi teknologi Cisco akan membantu perusahaan di Indonesia," kata Naveen.

Tag : telkom, cisco
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top