Kebutuhan BTS Baru Diperkirakan 550.000 unit hingga 2022

Industri telekomunikasi diperkirakan masih membutuhkan sekira 550.000 base transceiver station (BTS) baru hingga 2022 seiring dengan naiknya penggunaan Internet.
Duwi Setiya Ariyanti | 21 Mei 2018 00:30 WIB
Teknisi Telkomsel melakukan perawatan jaringan di salah satu menara Base Transceiver Station (BTS) di kawasan Perkebunan Malabar, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/9). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Industri telekomunikasi diperkirakan masih membutuhkan sekira 550.000 base transceiver station (BTS) baru hingga 2022 seiring dengan naiknya penggunaan Internet.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi (Aspimtel) Rakhmad Tunggal Afifuddin mengatakan kebutuhan BTS baru hingga 2022 terdiri dari BTS 3G dan 4G. 

Pertumbuhan tertinggi, katanya, pada BTS 4G dengan pertumbuhan 30%. Sementara itu, untuk BTS 3G pertumbuhannya sebanyak 6%. Di sisi lain, untuk BTS 2G diperkirakan tak akan tumbuh lagi dengan dominasi penggunaan data dan internet yang mendorong modernisasi infrastruktur.
"Pertumbuhan tertinggi pada BTS LTE (4G) yaitu sebesar 30% diikuti pertumbuhan 3G di angka 6%," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Minggu (20/5/2018). 

Tercatat, pada kuartal I/2018, beberapa operator menyelesaikan penambahan BTS yang beroperasi. Telkomsel memasang 6.944 BTS 4G baru pada Maret 2018 dengan total menjadi 167.649 unit BTS. 

Lalu, Indosat Ooredoo dengan tambahan 3.018 BTS menjadi 64.375 unit BTS. Terakhir, XL dengan tambahan 4.698 BTS sehingga pada kuartal I/2018 total BTS yang beroperasi sebanyak 105.792 unit.

Tag : menara bts
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top