APLN Gandeng Salim Group Garap Ritel Online Offline

PT Agung Podomoro Land.,Tbk merealisasikan kolaborasi ritel online dan offline dengan menggandeng anak usaha Salim Group, Fiberstar sebagai upaya mempertahankan konsumen dan mempekuat penjualan.
Anitana Widya Puspa | 17 Mei 2018 18:14 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—PT Agung Podomoro Land.,Tbk merealisasikan kolaborasi ritel online dan offline dengan menggandeng anak usaha Salim Group, Fiberstar sebagai upaya mempertahankan konsumen dan mempekuat penjualan.

Indra W. Anto Wakil Direktur Utama PT Agung Podomoro Land mengatakan keberadaan ritel offline saat ini sejatinya masih diperlukan, di sisi lain dia tidak memungkiri pergeseran dan penetrasi peritel untuk masuk dalam jaringan online.

"Dengan jaringan telekominikasi dapat  melengkapi toko fisik dengan online. Kami telah berbicara dengan beberapa founder online, saya lihat online berkembang. Tapi juga masih melihat kombinasi yang akan sejajar," kata Indra saat MoU dengan Salim Group di Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Menurut dia, TM Agung Podomoro dikolaborasikan dengan FiberStar  anak usaha salim group dalam hal digital ekosisitem sehingga toko fisik yang ada di bawah naungan TM Agung Podomoro bisa menyalurkan bisnisnya secara online.

Nantinya kesepuluh TM Agung Podomoro seperti  Mangga Dua Square, The Plaza Balikpapan, Blok M Square, Plaza Kenari Mas, LTC Glodok dan Harco Glodok, Seasons City, Kalibata City, Thamrin City dan  Blok B Tanah Abang.

Sebelumnya Marketing Director Trade Mall APLN Ho Mely Surjani mengatakan tengah meracik strategi pembentukan platform perdagangan daring baik dengan menggandeng partner yang lebih lama berkecimpung di bidang itu ataupun mengembangkannya sendiri.

Melly tak memungkiri  bahwa saat ini pusat perbenjaan fisik dan perdagangan daring memang mesti bersinergi. Pasalnya dilihat dari kondisi psikologis masyarakat Indonesia rata-rata masih ingin merasakan kepuasan dan interaksi antara penjual dan pembeli secara fisik. Akan tetapi di sisi lainnya, kini Indonesia juga telah memasuki ekonomi digital.

Bahkan dia mencontohkan saat ini  Alibaba, salah satu pemain e-commerce terbesar tetap memerlukan pusat perbelanjaan fisik dengan membangun pusat perbenjaan offline sebanyak lima lantai, yang disebut "More Mall". Dengan inisiatif tersebut, Alibaba bergerak cepat memasuki ruang offline untuk membantu merombak ritel tradisional. More Mall akan memamerkan sejumlah merek yang dijual di platform e-commerce Alibaba Taobao, serta banyak merek ritel konvensional.

“Contoh kasus itu, sebetulnya antara online dan offline mesti deimbang  ini kita sedang susun ke depannya. Namun intinya kami dengan binsis utama kami pusat belanjaan fisik, sehingga online sebagai fasiltas tambahan penunjang,” katanya.

Tag : ritel modern
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top