ANTISIPASI TEROR, Pengamanan Pelabuhan Benoa Diperketat

PT Pelabuhan Indonesia III memperketat pengamanan Pelabuhan Benoa Bali dengan mendapatkan dukungan TNI Angkatan Laut.
Newswire | 16 Mei 2018 17:39 WIB
Para penumpang sedang antri pemeriksaan tiket sebelum memasuki kapal di Pelabuhan Benoa. - Bisnis.com/Natalia Indah Kartikaningrum

Bisnis.com, SURABAYA: PT Pelabuhan Indonesia III memperketat pengamanan Pelabuhan Benoa Bali dengan mendapatkan dukungan TNI Angkatan Laut.

CEO Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Regional Bali Nusa Tenggara I Wayan Eka Saputra mengatakan dukungan TNI AU itu untuk pengamanan Terminal gas alam cair (LNG) di Pelabuhan Benoa.

"Pengamanan akan terus ditingkatkan karena Pelabuhan Benoa juga rutin melayani kapal pesiar internasional dan akan turut mendukung penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meeting 2018, terutama menjadi alternatif gerbang evakuasi jika Gunung Agung erupsi,” katanya seperti dikutip dari Antara, Rabu (16/5/2018).

Secara umum, menurutnya, Pelindo III sudah memiliki standar pengamanan dalam mengelola pelabuhan serta selalu siaga untuk berbagai situasi gangguan aksi terorisme.

Vice President Corporate Communication Pelindo III Lia Indi Agustiana menyatakan pihaknya memperketat pintu masuk di beberapa pelabuhan yang menjadi kewenangan BUMN itu, karena dianggap sebagai salah satu obyek vital nasional, dan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan.

Dia menyatakan pengetatan pelabuhan yang dikelola Pelindo III dilakukan di tujuh provinsi yang bekerja sama dengan polres setempat menggunakan pengamanan berlapis.

“Langkah ini kami ambil dengan memberi batas akses masuk dengan penggunaan barier pada Pos 1, main shelter, main gate, dan jalur origin-destination. Serta kami lakukan pemeriksaan orang dan kendaraan dengan diberlakukan perimeter atau fokus sebelum memasuki gerbang akses,” katanya.

Pemeriksaan juga dilakukan untuk barang bawaan, serta melakukan monitoring via CCTV, dengan menertibkan pihak yang tidak berkepentingan.

"Kami juga memberlakukan hal yang sama kepada RS PHC Surabaya, atau lini bisnis Pelindo III di bidang layanan kesehatan, dengan meningkatkan pengamanan dan upaya simpatik serta persuasif, agar masyarakat yang sedang berobat maupun dirawat tetap tenang dan nyaman," katanya.

Kepala Humas Terminal Petikemas Surabaya (TPS) M Solech juga mengatakan hal serupa. Manajemen PT TPS bertindak tegas untuk mengamankan pelabuhan, setelah diberlakukannya status Siaga 1 untuk Surabaya akibat kejadian bom bunuh diri yang terjadi secara berturut-turut di Surabaya dan Sidoarjo.

"TPS termasuk salah satu objek vital yang perlu dijaga dan dipastikan kualitas keamanannya. Pengecekan yang ketat akan dilakukan sesuai aturan keselamatan dan keamanan yang berlaku, baik pengecekan terhadap orang maupun barang," katanya.

Dia mengatakan antisipasi keamanan di TPS dilakukan selama dua pekan mendatang dan tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang jika masih diperlukan.

"Kami juga telah mempersiapkan posko pengamanan di depan gedung, setiap shift ada 4 personel Angkatan Laut yang turut melakukan pengamanan. Selain berkoordinasi dengan angkatan laut, Kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian," katanya.

Sumber: Antara

Tag : terorisme
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top