Vatikan Akui Kelapa Sawit Efektif Kurangi Kemiskinan

Vatikan mengakui perkebunan kelapa sawit telah menjadi instrumen yang efektif untuk mengentaskan kemiskinan.
Pandu Gumilar | 15 Mei 2018 17:34 WIB
Kelapa sawit. - Bloomberg/Taylor Weidman

Bisnis.com, ROMA – Vatikan mengakui perkebunan kelapa sawit telah menjadi instrumen yang efektif untuk mengentaskan kemiskinan.

Fakta ini terungkap pada acara konferensi internasional tentang pengentasan kemiskinan di Pontifical Urban University Vatikan di Roma. Kardinal Peter K.A. Turkson mengatakan, sektor pertanian termasuk perkebunan kelapa sawit dapat menjadi sektor usaha untuk mengurangi kemiskinan. Meski begitu dia juga tidak menutup mata jika perkebunan harus juga memperhatikan faktor berkelanjutan.

“Namun harus dijaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi dengan pengelolaan lingkungan," kata Kardinal Turkson pada Selasa (15/5).

Karena itu, Turkson mendukung dialog antara para pemangku kepentingan untuk berdialog yang konstruktif guna mencari solusi dalam rangka mencapai keseimbangan ekonomi dan lingkungan tersebut.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang menjadi pembicara pada sesi High Level Segment seminar menambahkan 11,6 juta hektar perkebunan kelapa sawit Indonesia, 41% di antaranya adalah perkebunan rakyat.

"Dari total 11,6 juta hektar perkebunan kelapa sawit Indonesia, 41% di antaranya adalah perkebunan rakyat. Ada 2,1 juta petani kelapa sawit di Indonesia," katanya.

Selain itu,, sektor pertanian juga sangat penting dan telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Pada sub sektor pertanian, kelapa sawit merupakan penyumbang devisa ekspor terbesar yaitu sekitar EUR 15,5 miliiar atau lebih dari Rp 250 triliun.

Begitu pun dari aspek penyerapan tenaga kerja, terdapat 17,5 juta masyarakat Indonesia yang bekerja baik langsung maupun tidak langsung di sektor kelapa sawit.

Tan Sri Bernard Giluk Dompok, Duta Besar Malaysia untuk Vatikan, pun menyetujui dengan yang disampaikan oleh Luhut Binsar Panjaitan. Oleh karena Malaysia juga merasakan berkah kelapa sawit.

"Tahun 2017 lalu, kami sudah 100 tahun melakukan budidaya kelapa sawit. Sektor kelapa sawit tidak saja menopang pertumbuhan ekonomi, tetapi sarana social inclusion dan environment protection," kata Tan Sri Bernard Giluk Dompok.

Dompok mengatakan, produktivitas minyak sawit 10 kali lebih tinggi dibandingkan soyabean dan empat kali lebih tinggi dari bunga matahari. "Jika dunia ingin menahan laju deforestasi, maka kelapa sawit adalah tanaman yang paling mungkin dikembangkan. Sawit efektif menekan emisi gas rumah kaca,”pungkasnya.

Tag : kelapa sawit
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top