Industri Kesulitan Cari Tenaga Terampil Logistik

Masih sedikitnya lulusan khusus logistik membuat perusahaan kesulitan memiliki pekerja yang ahli di bidang rantai pasok.
Jaffry Prabu Prakoso | 15 Mei 2018 19:18 WIB
Aktivitas karyawan di salah satu gudang yang ada di Cikarang Dry Port. - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Masih sedikitnya lulusan khusus logistik membuat perusahaan kesulitan memiliki pekerja yang ahli di bidang rantai pasok. 

Direktur Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Iman Gandhi mengatakan jurusan tersebut masih bisa dihitung jari. Masalah ditambah ketika saat kuliah, para mahasiswa hanya mempelajari ilmu teori, tidak sampai level teknis.

"Perusahaan butuh kemampuan karyawan baru yang bisa langsung pakai tanpa harus diberikan pemahaman lebih dalam," katanya kepada Bisnis hari ini Selasa (15/5/2018). 

Iman menjelaskan minimal para pekerja mengerti pemahaman dasar mengenai rantai pasok karena banyak perusahaan kecil tidak memiliki dana untuk mengadakan pendalaman profesi.

Faktor lain penyebab jurusan logistik kecil adalah peminatnya masih sedikit. Menurut Iman kebanyakan pelaku logistik tidak pernah berpikir akan menggeluti pekerjaan ini.

Akan tetapi dalam waktu dekat profesi logistik akan meninggkat melihat profesi tersebut sedang naik daun seiring tumbuhnya dagang elektronik. 

Selain butuh karyawan yang siap kerja, industri logistik juga membutuhkan spesialisasi keahlian di bidang tersebut dalam waktu lima tahun. 

Dia mencontohkan keahlian dalam mengurus pengiriman logistik ke perusahaan atau pelanggan individu memiliki tindakan berbeda-beda.

Catatan Supply Chain Indonesia pada 2017, hanya ada empat perguruan tinggi yang memiliki program studi logistik.‎

Tag : logistik
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top