XL Axiata Pertahankan Pertumbuhan Pelanggan, Pendapatan Naik

Jumlah pelanggan XL per 31 Maret 2018 sebanyak 54,5 juta nomor, yang terdiri dari 53,7 juta pelanggan prabayar dan 804.000 pelanggan pascabayar.
Demis Rizky Gosta | 14 Mei 2018 11:31 WIB
Direktur PT XL Axiata Tbk. Allan Bonke (dari kiri), berbincang dengan Direktur Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin, Presiden Komisaris Chatib Basri, Presdir Siswarini, Direktur Yessie D. Yosetya, dan Direktur Abhijit Jayant Navalekar seusai RUPS di Jakarta, Jumat (9/3/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — PT XL Axiata Tbk. mengklaim kenaikan jumlah pelanggan pada kuartal I/2018, di saat dua operator besar lain melaporkan penurunan.

Info Memo PT XL Axiata Tbk. menyatakan jumlah pelanggan XL per 31 Maret 2018 sebanyak 54,5 juta nomor, yang terdiri dari 53,7 juta pelanggan prabayar dan 804.000 pelanggan pascabayar.

Jumlah pelanggan XL naik dari 53,5 juta nomor pada kuartal IV/2017. Salah satu faktor pendorong peningkatan jumlah pelanggan, menurut siaran pers XL Axiata yang diterima Bisnis pada Senin (14/5/2018), adalah peningkatan pengguna layanan data. Jumlah pengguna layanan data XL mencapai 40,1 juta nomor.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa XL berhasil mempertahankan laju pertumbuhan jumlah pelanggan di bawah tekanan dampak program registrasi nomor prabayar pemerintah yang berlangsung pada Oktober 2017 hingga April 2018.

Dua operator besar lain, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT Indosat Tbk. (Indosat Ooredoo) melaporkan penurunan jumlah pelanggan.

Jumlah pelanggan Telkomsel turun dari 196,32 juta nomor pada kuartal IV/2017 menjadi 192,75 juta pada kuartal I/2018, sedangkan jumlah pelanggan Indosat merosot dari 110,2 juta nomor pada kuartal IV/2017 menjadi 96,2 juta nomor pada kuartal I/2018.

CEO PT XL Axiata Tbk. Dian Siswarini menyatakan fokus perusahaan memperkuat porsi layanan data, penerapan dual-brand, dan penguatan jaringan secara berkelanjutan menopang kinerja positif XL.

Pendapatan XL naik 4% year-on-year menjadi Rp5,5 triliun pada kuartal pertama tahun ini. EBITDA perusahaan naik 7% yoy menjadi Rp2 triliun dengan peningkatan margin sebesar 1% menjadi 36,1%.

Tag : seluler
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top