Waskita Karya Realty Masih Kaji Rencana IPO

PT Waskita Karya Realty, anak usaha BUMN konstruksi PT Waskita Karya Realty Tbk kemungkinan besar baru akan merealisasikan rencana melantai di bursa pada tahun depan.
Anitana Widya Puspa | 13 Mei 2018 18:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—PT Waskita Karya Realty, anak usaha BUMN konstruksi PT Waskita Karya Realty Tbk kemungkinan besar baru akan merealisasikan rencana melantai di bursa pada tahun depan.

Direktur Utama PT Waskita Karya Realty, Tukijo mengatakan perusahaan masih mengkaji rencana itu lantaran masih dalam proses melengkapi segala perizinan yang diperlukan.

“Kami harusnya IPO tahun ini, tetapi kami geser mundur tahun depan. Terutama kami harus menyiapkan segala sesuatu supaya jangan sampai setelah IPO malah tidak sesuai harapan,” katanya kepada Bisnis dikutip Minggu (13/5).

Dia menjelaskan pendanaan hasil IPO akan banyak digunakan untuk pendanaan proyek di sekitar tol Cibitung--Cilincing setelah mengakuisisi lahan seluas 350 ha. Tambahan dana hasil IPO lainnya juga diperlukan untuk terus melakukan penambahan cadangan laha.

Adapun untuk tahun ini sendiri, perusahaan telah menganggarkan dana senilai Rp1,25 triliun dengan rincian dana pengembangan lahan senilai Rp450 miliar. Akuisisi lahan dan penambahan lahan digunakna untuk proyek di Depok, dan pengembangan proyek dengan PT Modernland.

Target penjualan tahun ini pun dipatok sekitar 1.500 unit dari sekitar 10 proyek yang berjalan dan baru.

Sisanya, lanjut dia, untuk mengembangkan hotel di Makassar dan di Bandung.Target penjualan tahun ini di sekitar 1.500 unit dari sekitar 10 proyek. Realisasi sendiri kuartal pertama tahun ini.

Selain itu, Waskita Karya Realty menyiapkan proyek residensial rumah tapak bagi ekspatriat di Bali dengan luasan 12 hektare (ha).Proyek tersebut terdiri atas 350 unit rumah tapak, serta bangunan lifestyle untuk menyasar pasar ekspatriat. Lahan itu adalah lahan milik perseroan sebagai entitas bisnis dan bukan merupakan lahan milik negara.

“Luasannya cukup luas untuk kawasan Bali, saat ini tidak ada lahan lagi yang sebesar itu. Pekan ini, kami akan mulai pembangunannya,” ujarnya.

Direktur Pengembangan Bisnis PT Waskita Karya Realty Luki Theta Handayani menyatakan proyek bertajuk Vasa Denpasar, yang mulai dibangun awal 2018 itu, merupakan kawasan perumahan elit yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas berkelas. Rumah akan dijual mulai Rp3 miliar per unit.

Dia optimistis rumah mewah di Vasa Denpasar bakal terjual habis dalam dua tahun ke depan. Proyek ini merupakan salah satu dari 12 proyek properti unggulan perseroan yang tersebar di enam kota di Indonesia. Selain Denpasar, kota lainnya adalah Jakarta, Medan, Surabaya, Makassar, dan Bandung.

Sepanjang 2018, Waskita Karya Realty telah membentuk sejumlah portofolio properti yang terdiri dari hunian vertikal, hotel maupun perkantoran. Pada awal tahun ini, perseroan meluncurkan dua produk properti baru melalui groundbreaking Nines Plaza & Residences di Serpong serta soft launching Solterra Place di Pejaten.

Tahun ini, perusahaan akan mengarahkan pengembangan bisnis pada pembangunan Transit Oriented Development (TOD), Toll Road City, dan Aero City melalui sinergi dengan BUMN. Selain itu, Waskita Karya Realty juga tetap mengedepankan regular development dengan adanya beberapa proyek baru seperti Two Senopati dan Vasa Denpasar.

Tag : dana ipo
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top