Tempat Kerja Digital Bakal Tingkatkan Produktivitas Hingga 20%

Tempat kerja digital diprediksi akan meningkatkan produktivitas perusahaan dan tenaga kerja sebesar 10% hingga 20% yang berasal dari kecepatan, efisiensi waktu, akurasi dan simplifikasi proses.
Duwi Setiya Ariyanti | 10 Mei 2018 06:15 WIB
Ilustrasi - Thenewspaperworks

Bisnis.com, JAKARTA--Tempat kerja digital diprediksi akan meningkatkan produktivitas perusahaan dan tenaga kerja sebesar 10% hingga 20% yang berasal dari kecepatan, efisiensi waktu, akurasi dan simplifikasi proses.

Berdasarkan sejumlah survei yang dilakukan International Data Corporation (IDC), tempat kerja digital berkontribusi besar terhadap penaikan produktivitas. Imbas dari kecepatan, kelincahan, penghematan waktu, akurasi data serta proses yang lebih sederhana terlihat pada peningkatan produktivitas kinerja perusahaan dan tenaga kerja hingga 20%.

Peluang pun semakin besar dengan perkiraan lebih dari 50% pekerja di Asia Pasifik termasuk Indonesia yang bertumpu pada angkatan kerja golong milenial yang lebih cakap teknologi. Adopsi lingkungan kerja digital ini pun akan semakin populer dengan penggunaan teknologi yang berkaitan dengan seluler dan komputasi awan.

Head of Consulting Department IDC Indonesia, Mevira Munindra mengatakan cloud akan menjadi salah satu dasar yang mendukung implementasi tempat kerja digital.

"Digital workplace dapat mendorong peningkatan produktivitas baik perusahaan maupun tenaga kerja sekitar 10%-20%. Hal ini tercermin dari kecepatan, kelincahan, efisiensi waktu, data akurasi, dan simplifikasi prosedur yang dapat dioptimalkan dalam digital workplace,"ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (9/5/2018).

Adapun Direktur Keuangan Telkomtelstra Ernest Hutagalung, mengatakan dengan tren digital ke depan, perubahan budaya kerja tak bisa dipungkiri. Pasalnya, perusahaan dihadapkan pada tingkat kompetisi yang tinggi sehingga perlu mengadopsi teknologi untuk mengakselerasi kinerja.

Oleh karena itu, pihaknya merilis aplikasi cloud yakni Office 365 yang merupakan bagian dari pelayanan berbasis peranti lunak atau software as a service (SaaS). Melalui solusi tersebut, perusahaan memiliki ruang yang lebih fleksibel untuk menyelesaikan pekerjaan dari semua perangkat.

"Office 365 memungkinkan pegawai untuk bekerja di mana saja dan kapan saja dengan fitur pendukung untuk berkolaborasi secara online baik dari telepon, video call, sharing file, mengedit file secara bersama dalam satu dokumen dan lainnya," katanya.

Tag : digital
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top