Singapura Bersiap Gencarkan Pemanfaatan Artificial Intelligence

Dalam rangka mengoptimalisasi implementasi artificial intelligence atau AI, para stakeholders di Singapura bersinergi melalui implementasi sektor pendidikan, teknologi, dan bisnis.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 09 Mei 2018 00:45 WIB
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence AI

Bisnis.com, SINGAPURA -- Dalam rangka mengoptimalisasi implementasi artificial intelligence atau AI, para stakeholders di Singapura bersinergi melalui implementasi sektor pendidikan, teknologi, dan bisnis.

Managing Director IBM Singapore, Abraham Thomas mengatakan dalam pembukaan seminar "Pushing AI Agenda in Singapore" negeri bertajuk singa laut itu memang tengah gencar menigkatkan teknologi dalam segala aspek bisnis.

Misalnya saja, dengan implementasi AI, blockchain. Ada pun tiga kunci utama kesuksesan implementasi artificial intelligence itu adalah peningkatan kapabilitas stakeholder, penguatan organisasi, dan pelatihan atau edukasi untuk sumber daya manusia.

"Kunci pertama adalah kepercayaan dari pemerintah jika kami (IBM) memiliki kapabilitas untuk mengembangkan AI. Kedua, AI bisa membantu perusahaan-perusahaan untuk terus berkembang," ujar Thomas, dalam jumpa pers di Resort World Sentosa Convention Center, Singapura, Selasa (8/5/2018).

CEO AI Singapore, Laurence Liu mengatakan dalam waktu sepuluh tahun, Singapura harus menjadi negara yang berkembang yang berbasis teknologi AI. Dia menilai teknologi AI yang sedang dikembangkan saat ini sangat akurat. Ada pun tingkat akurasi yang hendak dicapai bisa melampaui tingkat akurasi manusia.

"AI itu sangat kuat, produktivitasnya sangat optimal. Biayanya juga tertekan lebih murah," jelas Laurence.

Komitmen Singapura ini juga dibuktikan dengan menunjukan Vivian Balakhrishnan sebagai menteri yang khusus membidangi program Smart Nation Initiatives. Dalam sambutannya pada acara pembukaan Think ASEAN 2018, Vivian menegaskan bahwa dari sisi pemerintah Singapura juga sangat mendorong segala upaya peningkatan kapasitas teknologi demi kemajuan negara.

Vivin menegaskan dua sektor terbesar yang menjadi fokus utama pemerintah pada pengembangan AI adalah sektor smart city, dan perdagangan e-commerce. Vivian berpendapat, dua sektor ini juga masih diikuti dengan pengawasan ketat terhadap perlindungan data warga atau konsumen. Menurutnya, keamanan siber tetap menjadi fokus yang tak boleh dilupakan.

Sebagai informasi, Singapura telah menerima gelar sebagai negara yang berhasil mengimplementasikan smart city terbaik di dunia menurut riset yang dilakukan Juniper Research dengan dibantu Intel.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top