Generasi Milenial Incar Konsep Hunian Fungsional

Pengamat dan konsultan menilai generasi milenial mengincar konsep hunian yang fungsional sehingga pengembang didorong membangun proyek yang langsung menjawab kebutuhan generasi tersebut.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 04 Mei 2018 17:17 WIB
Suasana pembangunan di kawasan perumahan di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/12). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA – Pengamat dan konsultan menilai generasi milenial mengincar konsep hunian yang fungsional sehingga pengembang didorong membangun proyek yang langsung menjawab kebutuhan generasi tersebut.

Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan mengatakan generasi milenial membutuhkan hunian yang fungsional. Dengan keterbatasan lahan yang ada serta tren yang dinamis, generasi ini cenderung melihat desain rumah yang sederhana.

“Sukanya yang bersifat minimalis, dalam hal desain pemeliharaannya mudah, sebab mereka tidak punya banyak waktu untuk membersihkan. Kalau zaman dulu suka pakai ukiran, milenial belum tentu suka karena membutuhkan waktu ekstra,” jelasnya, belum lama ini.

Ike menilai periode 2018-2019 adalah waktu yang tepat bagi generasi milenial untuk mulai melakukan transaksi pembelian properti. Pasalnya, suku bunga sedang dalam kondisi stabil dan berdasarkan survei Rumah.com pada kuartal I/2018, tahun ini indeks harga properti akan naik sekitar 3%-5%.

“Pada kuartal I/2018 masih kecil, tapi masih ada tiga kuartal lagi yang kami prediksikan ada 3%-5%. Ini masih akan berkembang sampai tahun depan dengan pembeli terbanyak adalah buyers, bukan investor,” sambungnya.

Sementara itu, sejumlah pengembang besar memang belum membangun proyek khusus yang menyasar generasi milenial. Menurut Direktur Utama Summarecon Agung Tbk. Adrianto Adhi, selama ini pihaknya fokus dengan segmen high end.

Meskipun begitu, target utama proyek-proyek Summarecon yang berada di Serpong, Bekasi, Karawang, Bandung, dan Kelapa Gading adalah pembeli pertama. Dia beralasan end user cenderung mendorong kawasan menjadi lebih ramai, ketimbang pembeli investor.

“Kami tak ada proyek khusus milenial. Tetapi, kalau untuk milenial, kami ada paket cara bayar yang cukup bagus secara garis besar, itu sudah disebutkan. Ada uang muka 15% dengan cicilan 18 kali, lalu ada uang muka 20% dicicil di atas 20 kali dengan KPR bisa 25 tahun,” ungkap Adrianto.

Meski tidak ada proyek khusus bagi generasi milenial, tapi Summarecon menyediakan berbagai fasilitas yang dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan. Misalnya, adanya mal di sekitar kawasan sehingga milenial yang tidak suka memasak bisa mendapatkan makanan dengan mudah. 

CEO Strategic Development & Services Sinarmas Land Ishak Chandra juga mengaku pihaknya tidak menyediakan proyek khusus untuk membidik generasi milenial.

“Spesifik buat milenial tidak ada. Target kami kan luas, bisa saja yang beli bukan milenial tapi orangtuanya. Belum tentu mereka butuh, orangtua yang merasa butuh. Kami membuat bukan untuk milenial, tapi kami lihat kebutuhan. Installment mudah, cicilan diperpanjang,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti, generasi milenial

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top