Revolusi 4.0 Ciptakan Peluang Pekerjaan Baru

Revolusi industri 4.0 turut melahirkan beragam peluang pekerjaan baru di bidang komunikasi digital. Perguruan Tinggi dihimbau untuk menyesuaikan kurikulum ajarnya sesuai dengan dinamika perkembangan zaman
Deandra Syarizka | 27 April 2018 23:40 WIB
Para pekerja seusai beraktivitas, di Jakarta, Senin (9/10). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Revolusi industri 4.0 turut melahirkan beragam peluang pekerjaan baru di bidang komunikasi digital. Perguruan Tinggi dihimbau untuk menyesuaikan kurikulum ajarnya sesuai dengan dinamika perkembangan zaman.

Hal itu disampaikan oleh Rosarita Niken Widiastuti, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi saat memberikan pandangan dan wawasan bertajuk “Transformasi Komunikasi di Era Post Truth” dalam acara wisuda ke-40 Universitas Sahid Jakarta, Kamis (26/04).

Rosarita menjabarkan, pekerjaan yang menuntut kreativitas tinggi sangat dibutuhkan di era industri 4.0. Selain kreativitas, kemampuan beradaptasi yang tinggi juga menjadi salah satu tuntutan dari para pemberi kerja bagi para pekerja di bidang komunikasi.

“Kebutuhan content creator, cyber security, digital public relations, digital marketing, masih banyak dibutuhkan di era digital ini,” ujarnya, Kamis (26/04).

Menurutnya, saat ini telah terjadi transformasi media karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengubah seluruh tatanan komunikasi. Dia menilai, saat ini informasi mudah tersebar secara masif melalui multichannel.

“Sekarang kita tidak hanya banjir informasi, tetapi tsunami informasi. Informasi yang datang ke gadget tidak diundang, tetapi datang sendiri,” ujarnya.

Seiring dengan banyaknya informasi yang tersebar, ujarnya, saat ini juga semakin banyak berita negatif atau bohong (hoax) yang tersebar. Dengan budaya literasi yang masih rendah, dia menilai saat ini banyak masyarakat yang mudah mempercayai berita negatif tersebut.

Dia menambahkan, saat ini perkembangan informasi telah memasuki fase “post truth”, di mana fakta objektif kurang berpengaruh dalam membentuk opini publik. Kondisi itu membuat masyarakat lebih mudah mempercayai fakta yang bersifat emosional, keyakinan pribadi dan keyakinan kelompok. Oleh karena itu, dia pun menilai literasi media perlu ditingkatkan.

Di lain sisi, Rektor Universitas Sahid Jakarta Hardiansyah berharap wisudawan Universitas Sahid telah memiliki wawasan dan pengalaman yang cukup untuk mengahadapi revolusi industri 4.0 dan mengabdikan diriya kepada nusa dan bangsa,

“Saya berharap pandangan dan wawasan yang selama ini telah diberikan membuat wisudawan lebih mampu memantapkan dan menatap masa depannya, serta mengabdi ke nusa bangsa di era revolusi industri 4.0” ujarnya.

Acara wisuda yang sekaligus menjadi puncak perayaan Dies Natalis ke-30 Universitas Sahid Jakarta ini diikuti oleh 282 wisudawan dan wisudawati, yang terdiri atas program Doktor 2 orang, Magister 13 orang, sarjana 265 orang, dan Diploma 3 sebanyak dua orang. Hingga kini, Usahid telah meluluskan lebih dari 12.000 alumni yang tersebar di berbagai profesi dan bidang di seluruh Indonesia.

 

Tag : Revolusi Industri 4.0
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top