Singkatnya Pergantian Dirut Pertamina Dikhawatirkan Serikat Pekerja

Menyikapi pergantian Dirut Pertamina Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu, Arie Gumilar, mengkhawatirkan kerapnya pergantian dalam waktu singkat di pucuk pimpinan perseroan bakal berdampak negatif terhadap pekerja dan perusahaan.
Newswire | 25 April 2018 18:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Menyikapi pergantian Dirut Pertamina Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu, Arie Gumilar, mengkhawatirkan kerapnya pergantian dalam waktu singkat di pucuk pimpinan perseroan bakal berdampak negatif terhadap pekerja dan perusahaan.

“Bagaimana jadi perusahaan energi kelas dunia kalau setiap direksi baru harus beradaptasi, bahkan menyetel ulang kembali program kerjanya,” kata Arie seperti dikutip Tempo.

Arie mempersoalkan pergantian direksi pada Jumat pekan lalu yang tak sekaligus menunjuk direktur utama definitif. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Pertamina yang digelar Menteri BUMN Rini Soemarno hanya menunjuk Direktur Sumber Daya Manusia Nicke Widyawati sebagai pelaksana tugas direktur utama menggantikan Elia Massa Manik.

Artinya, pemerintah bakal kembali menentukan direktur utama definitif. Sejumlah sumber di pemerintah dan internal perseroan mengungkapkan tiga nama yang paling berpeluang menjadi calon bos baru.

Nicke Widyawati menjadi salah satu kandidat di antara dua calon lainnya, yaitu Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Ahmad Bambang serta Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam. (Koran Tempo edisi 23 April 2018: Tiga Nama Bersaing Menjadi Dirut Pertamina).

Pada Jumat pekan lalu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara merombak jajaran direksi Pertamina. Selain Elia Massa Manik yang dicopot dari jabatan Direktur Utama, ada empat direktur yang diganti melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa perusahaan pelat merah itu. Untuk sementara, Kementerian BUMN menunjuk Nicke Widyawati sebagai pelaksana tugas Direktur Utama sekaligus Direktur SDM.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara juga menyoroti perombakan direksi. Bhima khawatir perombakan jajaran direksi PT Pertamina (Persero) bakal berpengaruh buruk pada kinerja perusahaan. "Pasti akan mempengaruhi kebijakan-kebijakan strategis Pertamina ke depannya kalau umur jabatan direksinya pendek-pendek. Karena harus sibuk melakukan penyesuaian arahan direksi baru,” kata Bhima kepada Tempo, Ahad, 22 April 2018.

Setidaknya ada sejumlah alasan Kementerian BUMN mengganti lima direktur Pertamina itu. Pertama, bagian dari upaya mempercepat proses pembentukan perusahaan induk (holding) di sektor minyak dan gas. Kedua, perkembangan kondisi terakhir kejadian kecelakaan pipa di Balikpapan dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Sumber : Tempo.co

Tag : pertamina
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top