PLN Operasikan Gardu Induk Khusus Smelter di Bantaeng

PT PLN mengoperasikan Gardu Induk (GI) 150 kilo Volt (kV) dengan trafo 2 x 60 Mega Volt Ampere (MVA) khusus untuk memasok listrik smelter di Bantaeng, Sulawesi Selatan
Denis Riantiza Meilanova | 25 April 2018 19:15 WIB
Ilustrasi: Petugas melakukan pemeriksaan rutin di Gardu Induk PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa-Bali, di Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat, Kamis (15/6/2017). - Antara/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA--PT PLN mengoperasikan Gardu Induk (GI) 150 kilo Volt (kV) dengan trafo 2 x 60 Mega Volt Ampere (MVA) khusus untuk memasok listrik smelter di Bantaeng, Sulawesi Selatan. 

Seperti diketahui, smelter adalah fasilitas pengolahan hasil tambang yang berfungsi meningkatkan kandungan logam.

General Manager PLN Wilayah Sulawesi Selatan,Tenggara, Dan Barat Bambang Yusuf mengatakan sudah ada smelter yang mengajukan permohonan listrik sebesar 150 juta VA di Bantaeng.

“Tahap pertama PLN memasok 40 megawatt (MW) untuk smelter Huadia Nickel-Alloy Indonesia. Pabriknya ini masih tahap penyelesaian. Jadi begitu selesai listrik PLN siap masuk,” ujar Bambang dalam keterangan persnya, Rabu (25/4/2018).

Dia berujar saat ini GI Bantaeng sudah siap melayani industri smelter yang diperkirakan akan masuk di sistem pada triwulan kedua tahun ini.

Keberadaan GI Bantaeng yang mengalirkan listrik dari PLTU Jeneponto dan PLTU Punagaya menegaskan bahwa PLN siap menyambut investor dengan menyediakan fasilitas ketenagalistrikan di Sulawesi Selatan.

“Ketersediaan pasokan listrik untuk Sistem Sulbagsel telah cukup dan memadai sehingga PLN mendukung para investor yang ingin menanamkan modalnya di Sulawesi Selatan,” ujar Bambang.

Selain GI khusus smelter, PLN juga telah menyiapkan dua GI untuk melayani kebutuhan listrik umum yakni GI Bantaeng New dan GI Bantaeng Switching

“GI Bantaeng Switching ini malah sudah beroperasi memenuhi listrik pelanggan umum,” ungkap Bambang.

Dia berharap pasokan listrik yang cukup ini dapat memberikan dorongan bagi industri baru untuk segera beroperasi dan terus bertumbuh sehingga dapat berdampak pada peningkatan perkembangan ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Masuknya investor industri pengolahan bahan tambang [smelter] di Kabupaten Bantaeng yang berasal dari luar negeri merupakan bentuk pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan yang semakin meningkat dan berhasil menarik investor dari luar negeri untuk berinvestasi,”katanya.

Tag : pln, smelter
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top