PLN Klaim Merugi Rp10 Triliun per Tahun Akibat Pencurian Listrik

Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir menyebutkan perseroan berpotensi merugi sekitar Rp10 triliun per tahun akibat maraknya pencurian listrik.
Denis Riantiza Meilanova | 25 April 2018 11:00 WIB
Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basyir bersama direktur lainnya, di sela-sela penyampaian laporan keuangan PLN 2017, di Jakarta, Rabu (28/3/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA--Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir menyebutkan perseroan berpotensi merugi sekitar Rp10 triliun per tahun akibat maraknya pencurian listrik.

Dia menyebutkan pencurian listrik banyak dilakukan oleh oknum, baik individu maupun dari industri. “Tolong pelaku usaha, industri, perumahan untuk tidak melakukan pencurian," ujar Sofyan di Gedung DPR RI, Selasa malam, (24/4/2018).

Sofyan pun mengingatkan tindakan pencurian listrik termasuk tindakan pidana. Adapun untuk menekan pencurian listrik perseroan tengah berupaya melakukan penggantian meteran listrik konsumen ke Smart Meter.

Dengan Smart Meter tersebut PLN dapat melakukan pemantauan secara real time penggunaan listrik konsumen. Pengadaan Smart Meter akan ditanggung oleh perseroan.

“Kami berupaya ganti Smart Meter tapi ini kan lumayan mahal. Ini bisa kontrol dari PLN kayak online real time,” katanya.

Selain itu, langkah penanggulangan pencurian listrik juga dilakukan dengan cara menurunkan ribuan auditor ke rumah-rumah. Keseluruhan upaya ini dilakukan sebagai salah satu langkah efisiensi perseroan untuk menjaga kesehatan keuangan perseroan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Tarif Listrik, Smart Meter, Pencurian Listrik

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top