Eropa Larang Biodiesel. Menko Luhut : Kami Tidak Berencana Alihkan Pembelian Pesawat ke Boeing

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah berniat melakukan tindakan balasan terhadap larangan biodiesel berbahan kelapa sawit dari Uni Eropa.
Rayful Mudassir | 25 April 2018 22:39 WIB
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (tengah), berjalan keluar ruangan seusai rapat koordinasi Kawasan Ekonomi Khusus di wilayah Bekasi-Karawang-Purwakarta di Jakarta, Kamis (2/11/2017). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah berniat melakukan tindakan balasan atas larangan masuknya biodiesel berbahan kelapa sawit ke Uni Eropa.

"Kami tidak berencana mengalihkan pembelian pesawat ke Boeing. Melakukan tindakan balasan bukan budaya kami. Kami ingin terus bernegosiasi untuk menemukan solusi yang baik bagi semua pihak. Tetapi, kami jangan terus disudutkan," ujar Menko Luhut dalam keterangannya, Rabu (25/4/2018).

Seperti diketahui, Boeing adalah pesaing ketat Airbus, produsen pesawar yang dibentuk sejumlah negara anggota Uni Eropa.

Dikutip dari Wikipedia, Airbus SAS yang berbasis di Toulouse, didirikan tahun 2001 di bawah hukum Prancis sebagai perusahaan join stok yang dipermudah atau "S.A.S." (Société par Actions Simplifiée).

Airbus Industrie dimulai sebagai konsorsium perusahaaan penerbangan Eropa untuk menandingi perusahaan Amerika seperti Boeing dan McDonnell Douglas.

Perusahaan ini dibentuk pada 1970 setelah adanya persetujuan antara Aerospatiale (Prancis) dan Deutsche Aerospace (Jerman), disusul oleh CASA, Spanyol) pada tahun 1971, untuk mengembangkan Airbus A300, yang terbang pertama kali pada 1972.

Pada 1979 British Aerospace (sekarang BAE SYSTEMS) bergabung dengan Airbus.

Menurut Luhut Indonesia harus lebih agresif melakukan perundingan dan diplomasi karena selama ini menurutnya hal tersebut kurang dilakukan. Sehingga dari beberapa tokoh yang ditemui selama di Brussel kurang banyak yang memahami kemajuan Indonesia.

"Mereka tidak tahu kemajuan ekonomi kita, situasi keamanan Indonesia dan bahwa kita sedang mengerjakan isu-isu lingkungan," jelasnya.

Dia meminta pihak Uni Eropa untuk langsung datang ke Indonesia melihat apa yang terjadi sebelum mengambil keputusan. Luhut meyakini banyak dari mereka akan kaget dengan Indonesia. Parlemen Eropa bakal tidak menyangka Indonesia begitu besar dan kagum dengan pemerintahan yang bisa mengelola negara sebesar ini.

"Karena itu saya undang mereka untuk datang ke Indonesia, melihat langsung karena seeing is believing," ujarnya.

Di sisi lain kata Menko Luhut, satu hal yang diminta para counter part untuk segera dikerjakan adalah perundingan Indonesia -- European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

"Komisioner EU Karmenu Vella juga meminta Indonesia untuk ikut mempercepat penyelesaian perundingan perjanjian dagang IEU-CEPA," ujar Luhut.

Selama di Brussel Luhut juga bertemu anggota Parlemen Eropa Sean Kelly. Menurutnya keputusan tentang pembatasan biofuel sawit ini masih lama. Hal itu tidak boleh dilakukan dan bertentangan dengan prinsip WTO.

Kelly berharap Indonesia bisa memperbaiki kekurangannya. Ia juga berharap Indonesia segera melakukan finalisasi IEU-CEPA.

Pada tahun lalu, Uni Eropa adalah tujuan ekspor terbesar ke 6 dan asal impor terbesar ke 4 bagi Indonesia, Nilai masing-masing sebesar US$16,2 miliar dan US$ 11,2 miliar. Total perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa mencapai US$ 27,4 miliar.

Airbus SAS
JenisAnak perusahaan
Industri/jasaDirgantara
Didirikan18 Desember 1969 (Airbus Industrie) 
2001 (Airbus SAS)
PendiriBernard Lathière, Roger Béteille, Henri Ziegler
Kantor pusatBlagnacPerancis
Daerah layananSeluruh dunia
Tokoh pentingThomas Enders, Chief Executive Officer 
Bernard Lathière 
John Leahy, Chief Commercial Officer 
Fabrice BrégierCOO
ProdukPesawat terbang komersial
Pendapatan- €27.45 billion (FY 2008)
Laba bersih- €1.597 billion (FY 2008)
Karyawan52,000
Slogan"Setting the standards"
IndukEADS
Anak perusahaanAirbus Military
Situs webwww.airbus.com
 
Airbus A330-200 Air Seychelles2013

Airbus S.A.S. adalah produsen pesawat komersial yang berbasis di ToulousePerancis. Perusahaan ini didirikan tahun 2001 di bawah hukum Perancis sebagai perusahaan join stok yang dipermudah or "S.A.S." (Société par Actions Simplifiée).

Tag : uni eropa
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top