HARIYADI KEMBALI JADI KETUM: Tantangan Digitalisasi & Industri 4.0, Apindo Beri 3 Saran ke Pemerintah

Hariyadi B Sukamdani kembali terpilih menjadi Ketua Umum Assosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) secara aklamasi selama lima tahun ke depan mulai 2018 - 2023
Linda Teti Silitonga | 25 April 2018 11:26 WIB
Hariyadi B. Sukamdani kembali pimpin Apindo. - .Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Hariyadi B Sukamdani kembali terpilih menjadi Ketua Umum Assosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) secara aklamasi selama lima tahun ke depan mulai 2018 - 2023.

Dalam periode kepemimpinannya yang kedua kalinya, Hariyadi menyoroti soal upaya kalangan usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan lapangan kerja di era digitalisasi dan industriliasisi 4.0 yang makin banyak menerapkan otomatisasi dalam proses penyelesaianan produksi serta adanya penggunaan robot.

“Akan terjadi pengurangan lapangan kerja konvensional atau formil. Intinya kalau tidak mempersiapkan antisipasinya, kita dihadapkan tidak hanya masalah ekonomi tapi juga peciptaan lapangan kerja,” kata Hariyadi kepada Bisnis.com, Rabu (25/4/2018).

Dia mengemukakan saat ini dari data BPJS, hanya sekitar 10.4 juta peserta yang ikut jaminan kesehatan nasional. Padahal angkatan kerja di dalam negeri mencapai 130 juta orang.

“Kecil sekali sektor formal, karena [kalau pekerja] formal sudah pasti [jadi peserta] BPJS,” kata Hariyadi.

Guna mempertahankan penciptaan lapangan kerja di era digitalisasi dan industri 4.0. Apindo memberikan 3 saran pada pemerintah.

Pertama, melakukan amendemen UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, karena isinya sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini, Terutama terkait pesangon, jaminan sosial, waktu bekerja.

Kedua, mengharapkan adanya dukungan terutama untuk sektor yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Apindo mengharapkan ada keberpihakan pemerintah untuk memberikan dukungan, baik insentif dan kebijakan lainnya untuk mempertahankan industri padat kerja agar tetap eksis.

Ketiga, mengharapkan pemerintah dan stakeholder lainnya memberikan dukungan untuk pengembangan sektor yang terkait industri 4.0, khususnya terkait supply chain, vokasi, pendidikan.

“Kata kuncinya, dukungan untuk pendidikan dan vokasi untuk mengatisipasi gelombang eknomi digital dan industri 4.0,” kata Hariyadi

Tag : hariyadi sukamdani
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top