Kunker ke Uni Eropa, Luhut Bahas Diskriminasi Produk Turunan Kelapa Sawit

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Uni Eropa guna membahas diskriminasi produk turunan kelapa sawit di kawasan tersebut.
Newswire | 24 April 2018 13:06 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menghadiri Spring Meeting IMF-WB 2018 di Washington DC, Amerika Serikat. - JIBI/ David Eka Issetiabudi

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Uni Eropa guna membahas diskriminasi produk turunan kelapa sawit di kawasan tersebut.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (24/4/2018), Luhut menegaskan Indonesia ingin membangun dialog kemitraan dalam menghadapi masalah kelapa sawit.

"Kami tidak datang untuk mengemis, untuk didikte, tetapi untuk berdialog dengan mitra. Kami dalam posisi yang setara, kami ingin membangun 'partnership'. Kami bukan negara miskin. Kami negara kaya dengan banyak pengalaman," ujarnya.

Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Luhut menggelar pertemuan dengan Komisioner Perdagangan Uni Eropa Cecilia Malmstrm di Brussels, Belgia, Senin (23/4/2018), guna membahas sejumlah isu, termasuk kelapa sawit, masalah lingkungan, serta perdagangan.

Perundingan dengan Uni Eropa terkait dengan masalah produk turunan kelapa sawit dilakukan dalam perannya sebagai Ketua Tim Negosiasi RI untuk perundingan pembatasan penggunaan produk turunan kelapa sawit di Uni Eropa.

Mantan Menko Polhukam itu, juga menjelaskan bahwa kelapa sawit mampu mengurangi kemiskinan hingga 10 juta orang berdasarkan riset Universitas Stamford.

Di Indonesia, 51 persen lahan kelapa sawit dikuasai petani, di mana lebih dari 16 juta orang bergantung pada sektor tersebut.

"Hampir semua sawit yang dikirim dari Indonesia telah mendapat sertifikasi internasional. Dari segi kesehatan kami sudah melakukan penelitian dan juga meminta konsultan independen tetang dampak sawit pada kesehatan, tidak ada yang salah dengan sawit," ujar Luhut.

Ia menekankan diskriminasi janggal diberikan parlemen Uni Eropa soal sawit.

Luhut kepada Komisioner Malmstrom menyampaikan komitmen Indonesia untuk mempercepat proses Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) yang perundingannya masih berlangsung karena produk Indonesia yang diekspor ke Uni Eropa bukan hanya sawit.

Sama seperti harapannya, Komisioner Malmstrom berharap keputusan yang diambil nantinya bisa memuaskan semua pihalk.

"Kepada Komisioner Malmstrom, saya sampaikan kelapa sawit membantu meningkatkan kehidupan para petani di negara-negara berkembang lainnya, bukan hanya di Indonesia," tambah Luhut.

Sumber : Antara

Tag : Luhut Pandjaitan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top