Pelemahan Rupiah Tidak Pengaruhi Pengembang

CapitaLand, pengembang asal Singapura, menilai pelemahan nilai tukar rupiah tidak berdampak secara signifikan terhadap bisnisnya.
Finna U. Ulfah | 24 April 2018 19:33 WIB
Foto udara Lanskap gedung perkantoran dan apartemen (rumah susun vertikal) menggunakan Helikopter Super Puma NAS-332 milik Skuadron 45 TNI AU di salah satu sudut kota Jakarta, Kamis (18/6/15). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – CapitaLand, pengembang asal Singapura, menilai pelemahan nilai tukar rupiah tidak berdampak secara signifikan terhadap bisnisnya.

Sharon Sng, Senior Vice President CapitaLand Singapore Malaysia Indonesia Limited, mengatakan seluruh neraca keuangan perusahaan sudah dalam bentuk rupiah sehingga pelemahan nilai tukar tidak terlalu mempengaruhi bisnis secara keseluruhan.

“Kami selalu melakukan riset yang dalam terlebih dahulu sebulum masuk pasar. Adanya pelemahan, CapitaLand tetap akan berkomitmen dalam investasi di Indonesia, terutama pada proyek yang sedang berjalan, The Stature,” ujar Sharon Selasa (24/4/2018), di Jakarta.

Dia mengatakan demikian menanggapi pelemahan rupiah yang sempat menyentuh Rp 13.975 per dolar AS. Saat ini rupiah di posisi 13.894 per US$.

Partner join venture CapitaLand untuk proyek Mixed-Use Apartemen The Stature, Credo Group, juga menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah bukan menjadi masalah besar.

Harry Tirtajaya, Managing Director Credo Group, mengaku walaupun terdapat kenaikan pengeluaran akibat naiknya beberapa barang yang harus diimpor, tidak terjadi perubahan yang besar.

Harry mengatakan lebih memperhatikan siklus lima tahunan properti dibandingkan dengan nilai tukar rupiah.

“Semua pembeli kami juga membayar dengan rupiah, jadi itu [pelemahan rupiah] bukan big factor dan tidak ada impact yang signifikan” ujar Harry.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top