Anugerah Pharmindo Lestari Gandeng IBM Pindah ke Cloud

Keputusan bermigrasi ke komputasi awan mantap dipilih APL melihat kebutuhan perusahaan saat ini baik dari sisi TI maupun dari segi bisnis.
Dhiany Nadya Utami | 24 April 2018 20:18 WIB
Komputasi awan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Perusaahaan distributor farmasi PT Anugrah Pharmindo Lestari (APL) menggandeng Internasional Business Machine (IBM) Indonesia untuk membantu transformasi digital dalam bisnis mereka.

Kerja sama ini bukan pertama kali APL lakukan, sebelumnya perusahaan yang jadi bagian dari Zueligg Pharma Group ini menggunakan jasa penyimpanan on-premise IBM dan sekarang memilih IBM sebagai mitra penyedia layanan komputasi awan untuk ekosistem TI mereka.

Vice President Information Technology PT Anugerah Pharmindo Lestari Dannarjaya Harinta Sri mengatakan keputusan bermigrasi ke komputasi awan mantap dipilih APL melihat kebutuhan perusahaan saat ini baik dari sisi TI maupun dari segi bisnis.

Dia menjelaskan dari sisi TI, APL ingin memperluas infrastukturnya agar dapat kompatibel dengan berbagai inovasi yang ada dalam peta jalan mereka ke depan. Adapun dari segi bisnis, Danar mengatakan ingin mencari fleksibiltas agar dapat melakukan improvisasi bisnis lebih leluasa.

“Kalau istilah sekarang sih kami mencari yang lebih agile,” kata Danar saat ditemui di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Danar menceritakan hal lain yang menjadi justifikasi adalah dari sisi beban biaya. Menurutnya, setelah dihitung, investasi pada komputasi lebih murah dibandingkan dengan menambah infrastruktur on-premise, termasuk dari sisi sumber daya energi dan sumber daya manusia.

“Staf TI kami kini beralih fungsi jadi ‘pengawas’ dan dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis,” jelasnya.

Dia mengatakan ide migrasi ini sebetulnya telah mencuat sejak setahun silam dan mulai digarap pada pertengahan 2017, termasuk proses pemilihan vendor.

Dalam memilih vendor, ujar Danar, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan di antaranya reputasi vendor, rangkaian pelayanan yang ditawarkan, hingga bagaimana dukungan komputasi awan untuk SAP.

Melalui serangkaian proses, akhirnya nama IBM terpilih dan kick off proyek dimulai per Januari 2018.

“Target kami per 1 Oktober nanti [cloud APL] bisa go live,” kata Danar.

Lebih lanjut dia menjelaskan saat ini pembangunan sistem dalam komputasi awan APL telah rampung dan tengah dalam tahap uji coba. Menurutnya uji coba belum sampai menggunakan data asli.

“Masih pakai dummy dulu,” jelasnya.

Country Manager IBM Hengky Candra mengatakan langkah yang diambil APL terbilang berani. Menurut Hengky, APL merupakan perusahaan pertama dari industri farmasi yang menaruh APL menaruh system application and product (SAP) inti mereka di komputasi awan.

“Untuk kasus APL ini, SAP yang mereka pindahkan itu merupakan core application mereka. Biasanya perusahaan lain masih coba-coba dengan aplikasi yang sampingan saja,” tambah Hengky.

Dia mengatakan komputasi awan membuat perusahan lebih produktif dan makin kuat bersaing di era saat ini. “Mereka bisa create new value, agar bisa disrupt pasar,” tambahnya.

Cloud Enterprise Business Development IBM Indonesia Erwin Kurniawan menjelaskan komputasi awan yang dipilih APL merupakan komputasi awan privat. Tak hanya sekadar menyediakan infrastruktur, IBM juga berperan dalam membangun ekosistem IT, termasuk menyediakan staf ahli untuk mengurusi segala konfigurasi yang dibutuhkan.

“Sudah all-in-one,” ujarnya.

Adapun, untuk sistem pembayaran berbeda dengan layanan infrastruktur cloud umumnya yang menggunakan model pay as use atau membayar sesuai dengan jumlah infrastruktur yang digunakan, pada model kerja sama APL dan IBM ini menggunakan sistem pembayaran bulanan.

“Model biasa [pay as use] juga sebetulnya bisa, tetapi dengan berbagai layanan lainnya lebih enak bulanan apalagi workload sehari-harinya juga stabil,” jelas Hengky.

Tag : cloud computing
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top