Kargo Domestik Menggeliat, Internasional Lesu

Bisnis kargo udara domestik tahun ini dinilai akan tumbuh pesat dibandingkan dengan internasional.
Jaffry Prabu Prakoso | 23 April 2018 20:24 WIB
Ilustrasi kargo di bandara - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Bisnis kargo udara domestik tahun ini dinilai akan tumbuh pesat dibandingkan dengan internasional.

Ketua Umum Soekarno Hatta Trade Facilitation Committee Ibrahim Sahib mengatakan salah satu faktor yang menyebabkan tumbuh pesat adalah banyaknya bandara yang dibangun.

"Maka akan ada banyak supply dan demand. Yang tidak ada permintaan menjadi ada. Oleh karena itu masanya sangat menggairahkan," katanya kepada Bisnis di Jakarta pada Senin (23/4/2018).

Ibrahim mencontohkan Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, yang akan diresmikan pada Mei nanti bisa semakin meningkat pertumbuhan kargo udara.

Sebaliknya, kargo internasional belum menunjukkan tren positik karena faktor ekonomi dunia dan politik yang sedang tidak bagus.

Ibrahim belum bisa memberikan angka pasti pertumbuhan  tersebut karena yang tahun lalu belum keluar. "Mei biasanya keluar [pertumbuhan kargo 2017].”

Meski begitu pelaku usaha  tetap memperhitungkan ground time karena merupakan tantangan utama dalam bisnis kargo udara.

Tantangan semakin berat apabila bongkar muat kargo dilakukan di bandara yang memiliki tingkat pergerakan pesawat yang tinggi.

Sebelumnya  Wakil Ketua Umum Angkutan Udara Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jakarta Arman Yahya mengatakan dalam durasi ground time tersebut petugas jasa kargo harus mempersiapkan barang dari gudang, mengantarkan menuju lokasi parkir pesawat hingga memuat ke bagasi pesawat.

Kendala di lapangan, mereka harus menunggu kepastian pesawat mendarat di parking stand bagian mana. Belum lagi kalau pesawat yang ditunggu mengalami penundaan terbang (delay) atau harus pindah parkir karena landasan pesawat (apron) penuh. Ini sering terjadi terutama di bandara yang sibuk.

Arman menyebut pekerja jasa kargo udara akan kelabakan. Terlebih lagi, angkutan kargo menjadi prioritas terakhir perusahaan maskapai setelah penumpang, bagasi penumpang, dan surat/dokumen.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan kalau kargo akan ditinggal apabila tidak bisa memenuhi cukup waktu untuk muat selama ground time. Maskapai penerbangan akan lebih mementingkan kepentingan penumpang yang menjadi prioritas utama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kargo

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top