Gempa Banjarnegara : Kementerian PUPR Kirim Perlengkapan Air Bersih dan Sanitasi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengirimkan tim ke lapangan dan berbagai perlengkapan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi di lokasi pengungsian gempa Banjarnegara.
Irene Agustine | 23 April 2018 10:02 WIB
Petugas gabungan bersama relawan membersihkan puing bangunan akibat gempa berkekuatan 4,4 SR di Desa Kertosari, Kalibening, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (19/4). - ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengirimkan tim ke lapangan dan berbagai perlengkapan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi di lokasi pengungsian gempa Banjarnegara.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 4,4 skala richter terjadi di Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Rabu (18/4/2018) sekitar pukul 13.28 WIB.

Dikutip dari keterangan resmi PUPR, Senin (23/4/2018), kebutuhan air bersih dan sanitasi menjadi prioritas di lokasi pengungsian. Sejauh ini, Kementerian PUPR melalui Tim Satuan Kerja (Satker) Tanggap Darurat Ditjen Cipta Karya telah memasang 6 unit WC portable,12 unit HU, 3 unit mobil toilet, 4 unit WC Knockdown, 2 mobil Mobil Tanki Air (MTA) dan 1 mobil tinja.

Keseluruhan fasilitas diatas disebar pada beberapa lokasi Posko Pengungsian di Desa Sidakangen, Desa Kalibening, Desa Plorengan, Desa Kasinoman dan Desa Kertosari, Kecamatan Kalibening.

Tim lainnya yakni dari Pusat Litbang Permukiman Kementerian PUPR telah berada di lokasi dan melakukan pengecekan kerusakan permukiman penduduk.

Dari hasil evaluasi, beberapa penyebab kerusakan bangunan yakni lokasi bangunan berada pada perbukitan dengan kontur lingkungan yang curam atau tanah yang tidak stabil. Mutu bahan bangunan rendah dan mudah lepas dan penggunaan bambu sebagai pengganti tulangan baja.

Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak juga melakukan pengecekan kondisi Bendungan Sempor dan Wadas Lintang yakni di antaranya pengecekan pada lereng hulu dan hilir bendungan, spillway, saluran peluncur, hulu dan hilir bendungan pembantu dimana hasilnya tidak ditemukan keretakan dan masih dalam kondisi baik.

Tindak Lanjut

Sebagai langkah tindak lanjut, untuk 121 bangunan yang mengalami rusak berat akan dilakukan rekonstruksi/pembangunan kembali dengan menerapkan teknologi bangunan tahan gempa.

Sebanyak 75 bangunan rusak sedang akan dilakukan perbaikan dengan perkuatan sesuai persyaratan bangunan sederhana tahan gempa.

Sementara itu, 257 bangunan dengan kategori rusak ringan akan dilakukan perbaikan minor. Dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi bagi 453 unit rumah diatas, Kementerian PUPR akan memberikan dukungan bagi Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan BNPB.

Kementerian PUPR bersama BNPB dan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, serta para relawan bahu membahu dalam melaksanakan kegiatan tanggap darurat.

Seperti diketahui, wilayah Kabupaten Banjarnegara yang berada di sekitar pusat gempa mengalami kerusakan cukup signifikan, 2 orang meninggal dunia dan 21 orang mengalami luka-luka.

Jumlah pengungsi yang terdata sementara sebanyak 639 kepala keluarga (KK) atau 2.063 jiwa yang berada di 8 titik pengungsian.

Tag : gempa
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top