Go-Life Hadir di 11 Kota Baru

Go-Life sudah tersedia di Solo, Gresik, Tasikmalaya, Banjarmasin, Purwarkarta, Samarinda, Bandar Lampung, Padang, Serang, Batam, dan Pekanbaru.
N. Nuriman Jayabuana | 23 April 2018 12:41 WIB
Ilustrasi - gojek.com

Bisnis.com, JAKARTA — Aplikasi layanan gaya hidup on-demand, Go-Life, berekspansi ke sebelas kota besar yang tersebar di seluruh Indonesia.

Head of Go-Life Dayu Dara menyatakan layanan platformnya sudah tersedia di Solo, Gresik, Tasikmalaya, Banjarmasin, Purwarkarta, Samarinda, Bandar Lampung, Padang, Serang, Batam, dan Pekanbaru.

Sejak terpisah dari aplikasi Go-Jek pada tahun lalu, Go-Life telah beroperasi di belasan area yaitu Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Balikpapan, Manado, Makassar, Palembang, Sidoarjo, Malang, dan Medan.

“Dengan hadirnya Go-Life pada sebelas kota baru ini, kami berharap masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan layanan solusi gaya hidup yang profesional dan sekaligus memberdayakan mitra-mitra sektor informal di kota tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi (20/4).

Go-Life merupakan aplikasi on-demand untuk berbagai layanan, seperti Go-Massage, Go-Clean, Go-Glam, dan Go-Auto.

VP Marketing Go-Life Yuanita Agata menyatakan platformnya bukan sebatas menyediakan solusi bagi pengguna. Go-Life turut menyediakan teknologi untuk membantu memberdayakan ribuan mitra yang tergabung ke dalam ekosistemnya.

“Lebih dari 60% mitra yang bergabung dengan Go-Life adalah wanita dengan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda.”

Menurutnya, Go-Life sebagai platform digital telah terbukti mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi pekerja informal. Mulai dari terapis pijat, beautician, cleaner, dan montir untuk meningkatkan taraf hidup.

Meski sudah terpisah dari Go-Jek, layanan Go-Life tetap terintegrasi dengan layanan pembayaran dompet digital Go-Pay. Layanan Go-Massage dapat menggunakan Go-Pay untuk mempermudah proses pembayaran tanpa menggunakan tunai.

CEO Go-Jek Nadiem Makarim sebelumnya berambisi mengembangkan layanan Go-Pay agar dapat tersedia untuk beragam kegiatan pembayaran pada tahun ini. Meski demikian, Nadiem memastikan Go-Pay tetap berada dan terhubung langsung di dalam aplikasi Go-Jek.

“Target kami  2018 menjadi tahun di mana berbagai aktivitas user tidak perlu lagi keluarkan cash untuk melakukan berbagai transaksi. Go-Pay tidak akan dipisah dengan app Go-Jek, konteksnya bukan dikeluarkan dari app, tapi dapat dipergunakan untuk berbagai bertransaksi,“ ujarnya (12/2).

Menurutnya, pertumbuhan penetrasi layanan Go-Pay tidak dapat menggeser layanan sektor perbankan. Sebab Go-Pay hanya berfokus pada penyediaan layanan pembayaran yang inklusif.

“Go-Pay tidak mungkin ada tanpa bank, sebagian besar top up justru berasal dari transfer bank. Kemitraan dengan bank itu sesuatu yang terus kami jaga untuk bisa mencapai tujuan financial inclusion dan cashless society,” ujarnya.

Tag : StartUp
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top