Go-Jek Lobi Pemerintah Filipina

Berbagai spekulasi memperkirakan Go-Jek membidik pasar Filipina, Thailand, Vietnam, dan Singapura.
N. Nuriman Jayabuana | 23 April 2018 07:57 WIB
Pengemudi Gojek melintas di kawasan bisnis di Jakarta. - Reuters

JAKARTA — Go-Jek memanfaatkan momen hengkangnya Uber dari Asia Tenggara untuk berekspansi. Indikasi penetrasi Go-Jek ke negara tetangga semakin jelas. 

Salah satu negara yang kian ramai diperbincangkan membutuhkan kehadiran Go-Jek merupakan Filipina, pasar yang saat ini dikuasai oleh Grab.

Seperti dilansir Reuters (20/4), Anggota Badan Regulasi Transportasi Darat Filipina Aileen Lizada menyatakan manajemen Go-Jek sudah mengajukan agenda pertemuan dengan regulator pada pekan ini. Sampai berita ini diturunkan, Go-Jek belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi dari Bisnis.

Regulator Filipina belum lama ini turut memberikan akreditasi kepada perusahaan ride-hailing lokal seperti Hype Transport Systems Inc, HirNa Mobility Solutions Inc, dan Golag Inc. untuk memacu persaingan usaha.

Filipina merupakan salah satu negara yang menetapkan aturan cukup ketat pada bisnis penyediaan transportasi daring. Negara itu membatasi armada transportasi yang beredar sebanyak 65.000 kendaraan.

Rencana ekspansi Go-Jek ke beberapa negara sudah tersiar dalam beberapa pekan terakhir usai Uber meninggalkan bisnisnya di Asean. Rencana itu diperkuat dengan beredarnya pernyataan CEO Go-Jek Nadiem Makarim di dalam surel internal perusahaan yang dikutip Reuters.

Surel tersebut tidak menyebut secara spesifik negara tujuan ekspansi Go-Jek. Hanya saja, pernyataan dalam surel itu menyebut Go-Jek dalam beberapa pekan ke depan segera mengumumkan ekspansi perdananya pada salah satu negara di Asia Tenggara.

Setelah itu, Go-Jek melanjutkan ekspansi regional dengan menjangkau tiga negara lain di Asean pada pertengahan tahun ini.

Berbagai spekulasi memperkirakan Go-Jek membidik pasar Filipina, Thailand, Vietnam, dan Singapura. Empat negara itu membutuhkan kompetitor yang kuat menghadapi Grab untuk dapat menciptakan tarif ride hailing yang kompetitif. Masuknya Go-Jek pada beberapa negara itu dapat menjadi solusi pemecah dominasi Grab di dalam Kawasan Asia Tenggara.

Nadiem di dalam surel internal itu menganggap konsolidasi Grab dan Uber merupakan peluang emas bagi Go-Jek lantaran tinggal tersisa lebih sedikit pemain. Dengan demikian, Go-Jek lebih mudah memperdalam penetrasi pasarnya ke beberapa negara.

Media asal Singapura Straits Times, beberapa waktu lalu, melaporkan bahwa Go-Jek telah menghubungi para mitra pengemudi eks Uber di Singapura.

Go-Jek sejak pertama kali diluncurkan pertama kali 8 tahun silam telah menjelma sebagai pemimpin pasar di Indonesia. Bukan hanya sebagai perusahaan penyedia layanan transportasi ojek daring, tapi berbagai lini bisnis turut berkembang pesat. Mulai dari layanan pesan antar makanan, dompet digital, jasa kurir, jasa beres-beres rumah dan sebagainya yang dapat diakses dalam satu aplikasi.

Tag : StartUp
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top