Menteri Budi Akan Terima 2 Set ‘Train Set’ LRT Palembang

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dijadwalkan, Jumat (20/4/2018) sore, akan menerima dua "train set" light rail transit (LRT) di Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Sumatra Selatan.
Newswire | 20 April 2018 11:46 WIB
Pekerja beraktivitas saat pemasangan fasilitas eskalator kereta ringan (light rail transit) di Stasiun Jakabaring Zona 5 pembangunan LRT Palembang, Sumatra Selatan, Senin (8/1). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, PALEMBANG - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dijadwalkan, Jumat (20/4/2018) sore, akan menerima dua "train set" light rail transit (LRT) di Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Sumatra Selatan.

Menteri Budi Karya dijadwalkan pukul 15.30 WIB memberikan sambutan pada penerimaan dua rangkaian kereta api ringan tersebut, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan jalur LRT.

Kedatangan "train set" ini menjadi penunjang moda transportasi pada turnamen Asian Games 2018 yang digelar pada tanggal 18 Agustus mendatang.

Adapun dua "train set" LRT tersebut sebenarnya telah tiba di Pelabuhan Boom Baru, Palembang sejak 11 April lalu dari PT INKA di Madiun, Jawa Timur.

Sekretaris Daerah Sumsel Nasrun Umar, beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA di Madiun, Jawa Timur selaku produsen rolling stock train set LRT memastikan bahwa keseluruhan "train set" akan terkirim pada akhir Mei hingga awal Juni 2018.

Total "train set" untuk LRT Palembang mencapai delapan rangkaian kereta dengan total gerbong sebanyak 24 unit.

Kemudian, masing-masing "train set" terdiri atas tiga kereta (gerbong) dengan kapasitas penumpang sekitar 200 sampai dengan 300 orang per kereta yang dilengkapi dengan air conditioner (AC) dan CCTV serta Wi-Fi gratis.

"Semua dilengkapi CCTV untuk mengantisipasi apabila terjadi aksi kejahatan di dalam gerbong dan mengantisipasi kejadian dalam rangkaian selama 0 menit hingga terakhir beroperasi tiap hari," kata Nasrun.

Terkait dengan mesin "train set" yang digunakan, Nasrun menyatakan LRT tersebut menggunakan mesin berasal dari Jerman yang rangkaiannya disupervisi langsung oleh tim perusahaan Bombardier.

"Berdasarkan informasi yang didapat dari INKA, ini merupakan produk termodern yang pernah mereka produksi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
LRT

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top