Tumpahan Minyak, Gubernur Kaltim Minta Pertamina Bertanggung Jawab

Setelah memasuki pekan ketiga kasus tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak buka suara.
Fariz Fadhillah | 20 April 2018 07:02 WIB
Pertamina mengangkat pipa yang putus di Teluk Balikpapan sepanjang 7 meter. Pertamina diminta mengangkat pipa sepanjang 54 meter yang putus menjadi tiga bagian. - Dok. Humas Polda Kaltim.

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Setelah memasuki pekan ketiga kasus tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak buka suara.

Awang meminta agar Pertamina bertanggungjawab memperbaiki pipa transfer yang putus agar kilang di Refinery Unit V di Balikpapan kembali beroperasi normal.

"Kami sangat berharap agar Pertamina bertanggungjawab penuh atas kejadian ini," kata Awang melalui juru bicara Hendro Prasatio, Kamis (19/4/2018) dikutip dalam laman resmi Pemprov Kaltim.

Pemprov Kalitim juga minta agar Pertamina terus berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk penyelesaian sengketa dan pemulihan lingkungan.

Gubernur, kata Hendro, memastikan akan melakukan penuntutan kepada perusahaan mewakili masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan dan Kabupaten Kutai Kertanegara yang terkena dampak langsung akibat kejadian tersebut.

Demikian juga dalam penyelesaian aspek hukum, khususnya klaim masyarakat terhadap pihak-pihak yang menyebabkan putusnya pipa transfer tersebut. Pertamina sampai sejauh ini sudah sudah memberikan uang duka kepada keluarga 5 orang korban meninggal dunia.

Adapun dalam penanganan aspek sosial lain, Pertamina telah melakukan pemeriksaan medis terhadap kurang lebih 1.666 jiwa masyarakat terdampak.

"Semoga ini bisa menjadi perhatian serius Pertamina," tegasnya.

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan, Pemprov Kaltim juga menyatakan minyak yang diperkirakan tumpah akibat putusnya pipa transfer tersebut kurang lebih 44.868 barel. Sedangkan luas daerah yang terpapar minyak menurut informasi LAPAN, 2 April 2018, seluas 13.559 Ha dan panjang pantai yang tepapar minyak tersebut sepanjang, 60 km.

Adapun pipa transfer yang putus menghubungkan tangki timbun Lawe-Lawe di Penajam Paser Utara dengan kapasitas 7 x 800.000 barrel ke tangki buffer di Balikpapan dengan kapasitas 15.900 meter kubik.

Tag : pertamina
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top