P&G Akuisisi Unit Kesehatan Milik Merck

Procter & Gamble Co. (P&G) setuju untuk mengakuisisi unit kesehatan konsumen milik Merck KGaA senilai 3,4 miliar euro (US$4,2 miliar).
Dwi Nicken Tari | 20 April 2018 11:27 WIB
Procter & Gamble Co. (P&G) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Procter & Gamble Co. (P&G) setuju untuk mengakuisisi unit kesehatan konsumen milik Merck KGaA senilai 3,4 miliar euro (US$4,2 miliar).

Dalam aksi korporasi ini, P&G akan mendapatkan merek vitamin dari Merck, seperti Seven Seas, serta eksposur yang lebih luas di pasar Amerika Latin dan Asia.

P&G menyampaikan, kesepakatan ini akan membantu perusahaan pembuat popok bayi Pampers dan pisau cukur Gilette itu untuk mengembangkan portofolionya di bidang kesehatan konsumen.

Unit Merck yang akan dilepas adalah produk kesehatan konsumen, seperti merek vitamin Seven Seas, Femibion dan Neurobion.

Kesepakatan ini menyusul aksi perusahaan produsen farmasi asal Inggris, GlaxoSmithKline, yang sepakat untuk membeli perusahaan obat-obatan Novartis dari usaha patungan kesehatan konsumennya sebesar US$13 juta yang gagal membeli unit konsumen Pfizer.

Adapun, bisnis penjualan obat tanpa resep ini masih menawarkan penjualan yang stabil karena memiliki loyalitas dari para konsumennya, meskipun margin penjualannya lebih rendah daripada perusahaan farmasi.

Namun, kompetisi harga lewat perdagangan daring, utamanya dari Amazon yang menawarkan produk dengan harga rendah, juga telah memberi kesulitan bagi pelaku pasar di Amerika Serikat dan negeri barat lainnya.

P&G yang berbasis di AS telah mengalami penurunan sebesar 12% dari penjualannya, atau sebesar US$7,5 miliar dari penjualan produk kesehatan tahun lalu.

Adapun, menurut sumber Reuters, harga pembelian untuk bisnis Merck mengindikasikan bahwa perusahaan Jerman itu ingin meraup dana sebanyak 4 miliar euro dari P&G dengan menghalangi pembelian dari peminat lain seperti Nestle, Perrigo, dan Bain and Cinven.

Analis Morgan Stanley, Vincent Meunier, mengatakan bahwa harga tersebut saat ini memiliki valuasi sebesar 4,7 kali dari penjualan dan sekitar 19 kali dari laba operasional bisnis Merck, menjadikannya sebagai transaksi tertinggi di sektor produk kesehatan.

“Kesepakatan ini akan membantu Merck untuk fokus terhadap unit farmasinya dan memperbarui pipeline-nya,” katanya, seperti dikutip Reuters, Jumat (20/4/2018).

Merck juga menyatakan bahwa kesepakatan ini akan membantu perusahaan itu mengurangi utangnya lebih cepat. Selain itu, mereka akan fokus dan lebih fleksibel dalam mengembangkan bisnis baru, termasuk pengembangan bahan kimia, farmasi, perlengkapan laboratorium.

“Pelepasan bisnis kesehatan konsumen ini tidak akan mengubah tujuan kami untuk mempertahankan penjualan obat-obatan dengan resep, seperti obat kanker Erbitux dan obat skeloris Rebif tetap akan stabil hingga 2022,” tulis Merck.

Merck juga akan mengumumkan pedoman bisnisnya untuk tahun ini dan melampirkan penjualan bisnis produk kesehatan konsumennya dalam laporan keuangan kuartal I/2018 pada 15 Mei 2018.

Tag : farmasi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top