RI Akan Ekspor Perdana Produk Peternakan ke Timor Leste

Indonesia akan melakukan ekspor perdana produk peternakan ke Timor Lesta pada Jumat (20/4). Kerjasama ini sebagai tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) Kerjasama di Bidang Pertanian antara Kementerian Pertanian. Ekspor ini akan dilakukan oleh PT. Charoen Pokphan Indonesia.
Pandu Gumilar | 19 April 2018 21:31 WIB
Charoen Pokphand. - charoen

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia akan melakukan ekspor perdana produk peternakan ke Timor Lesta pada Jum’at (20/4). Kerjasama ini sebagai tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) Kerjasama di Bidang Pertanian antara Kementerian Pertanian. Ekspor ini akan dilakukan oleh PT. Charoen Pokphan Indonesia.

Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan ekspor adalah bukti Indonesia bisa ikut bersaing dengan negara lain dalam memproduksi produk peternakan sesuai dengan persyaratan internasional.

CPIN, katanya, telah mendapatkan sertifikat kompartemen bebas penyakit Avian Influenza (AI) dari Ditjen PKH Kementan sejak tahun 2015. Menurutnya sertifikat kompartemen bebas AI berdasarkan kesepakatan OIE (world organization animal health) dapat diterbitkan oleh Pemerintah setempat sesuai standar Internasional.

Selain itu, CPIN juga telah memperoleh Sertifikat Veteriner dari Ditjen PKH yang merupakan bentuk penjaminan Pemerintah terhadap pemenuhan persyaratan kelayakan dasar dalam sistem jaminan keamanan pangan produk hewan, yang menjadi suatu keharusan bagi setiap unit usaha yang akan mengekspor produk hewannya.

“Kita sangat bersyukur dapat meningkatkan kerjasama untuk pemenuhan kebutuhan pangan di Timor Leste, terutama terhadap produk peternakan dan kesehatan hewan seperti Daging ayam olahan, Bahan pakan, pakan jadi dan obat hewan dari Indonesia, serta DOC (Day Old Chicken),” katanya pada Kamis (19/40).

Fokus kerjasama bidang peternakan, lanjutnya, tidak terbatas pada fasilitasi akses pasar komoditas peternakan dan kesehatan hewan. Namun mencakup harmonisasi peraturan ekspor dan impor komoditas peternakan dan kesehatan hewan serta dilakukan kerjasama peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia bidang peternakan dan kesehatan hewan.

Menurutnya, masing-masing instansi pemerintah akan mengambil tindakan tegas dalam memerangi perdagangan produk hewan yang tidak sah, yang akan berdampak buruk pada pasar para kedua negara.

Adapun mengenai rencana joint border surveilance antar kedua negara akan didorong agar dapat terealisasi dan nantinya akan di bahas dalam bentuk dokumen protokol mengenai rencana tahapan dan metode pelaksanaannya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Timor-Leste, Domingos Gusmao mengatakan kerjasama ini adalah tindaklanjut dari kegiatan Impor Risk Analysis (IRA) yang dilakukan oleh Ditjen PKH Timor Leste pada bulan januari 2018 ke Indonesia.

“Hasil IRA tersebut kami paparkan ke Dewan Menteri dan disetujui untuk membuka kembali pemasukan (impor) produk peternakan dari Indonesia,” katanya.

Sebelumnya Pemerintah Timor Leste telah menutup impor produk unggas dari Indonesia sejak merebaknya penyakit AI di Indonesia pada tahun 2004. Namun saat ini Indonesia dapat membuktikan dengan sistem kompartemen bebas AI yang diterapkan terdapat jaminan keamanan pangan.

“Kita kembali membuka kerjasama di bidang peternakan, semua kerjasama dicantumkan dalam TA dan hal-hal yang tidak tercantum akan dibuat dalam bentuk protocol tersendiri,” ungkap Domingos Gusmao.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peternakan

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top