Pengiriman Pesawat Baru Molor, Utilisasi Pesawat Garuda Naik

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mengklaim penundaan pengiriman pesawat yang telah disewa pada tahun ini justru berdampak positif terhadap utilitas unit armada.
Rio Sandy Pradana | 19 April 2018 18:30 WIB
Pesawat Garuda Indonesia. - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, TANGERANG—PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mengklaim penundaan pengiriman pesawat yang telah disewa pada tahun ini justru berdampak positif terhadap utilitas unit armada.

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury mengatakan rata-rata tingkat utilitas pesawat pada akhir 2016 adalah 8 jam 58 menit, angka tersebut terus meningkat menjadi 9 jam 36 menit pada tahun lalu. Adapun, hingga Februari 2018 secara year to date (y-t-d) tingkat utilitas setiap pesawat mencapai 9 jam 42 menit.

"Tujuan utama penundaan pengiriman pesawat agar kami bisa mengoptimalisasikan penggunaan pesawat. Hasilnya tingkat utilitas pesawat meningkat," kata Pahala usai melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (19/4/2018).

Dia menambahkan biaya operasional pesawat bisa mencapai 30-35% dari total biaya produksi. Peningkatan utilitas pesawat bisa mendongkrak pendapatan secara optimal, tetapi tanpa menambah biaya produksi.

Menurutnya, dengan meningkatkan produktivitas aset dan jumlah kru bisa mendorong kinerja perusahaan menjadi lebih baik. Fokus utama perusahaan adalah untuk menekan biaya produksi per unit pesawat.

Penundaan pengiriman pesawat sudah dicanangkan perusahaan emiten berkode GIAA tersebut sejak akhir 2017. Terdapat 20 unit pesawat di antaranya berjenis Boeing 737 800 Max dan Airbus A330 yang ditunda dua hingga tiga tahun mendatang

Penundaan dilakukan karena tahun ini Garuda ingin melakukan konsolidasi dan peningkatan kinerja terlebih dahulu. Saat pesawat datang, diharapkan bisa menambah pendapatan tanpa mengurangi tingkat utilitas.

Tag : garuda indonesia
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top