Garuda Indonesia Targetkan Utilisasi Pesawat 10 Jam

Garuda Indonesia menargetkan rata-rata tingkat utilitas pesawat mencapai lebih dari 10 jam pada tahun ini.
Rio Sandy Pradana | 19 April 2018 18:24 WIB
Sejumlah pesawat terparkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (20/3/2018). - ANTARA/Wira Suryantala

Bisnis.com, TANGERANG – Garuda Indonesia menargetkan rata-rata tingkat  utilitas pesawat mencapai lebih dari 10 jam pada tahun ini.

Direktur Operasi Garuda Indonesia Triyanto Moeharsono mengatakan bermacam strategi akan dipersiapkan agar dapat mencapai target tersebut. Adapun, hingga Februari 2018 secara year to date (y-t-d) tingkat utilitas setiap pesawat sudah mencapai 9 jam 42 menit.

"Target kami utilitas bisa 10 jam 34 menit [pada 2018]. Maksimalnya bisa 13 jam," kata Triyanto usai melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (19/4/2018).

Dia menambahkan strategi pertama adalah akan terus berekspansi membuka rute baru atau menambah rute yang ada, baik domestik atau internasional.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Direktur Kargo dan Niaga Internasional dan Direktur Niaga Domestik sebagai penyedia rute. Dari rute yang diusulkan kedua direktorat tersebut, akan disesuaikan dengan ketersediaan pesawat dan kru.

Triyanto menuturkan saat ini perusahaan memiliki 202 unit pesawat dari tujuh jenis yakni ATR 72-600, CRJ1000 NextGen, Boeing 737 800 NG, Boeing 737 Max 8, dan Boeing 777, dan Airbus A330-200/300. Namun, perusahaan juga sedang mengalami kekurangan kru pesawat dan sedang diupayakan untuk ditambah.

Dia menuturkan akan merekrut hingga 122 pilot ab initio (lulusan baru sekolah penerbangan) pada tahun ini, tetapi baru terpenuhi sebanyak 70 pilot. Nantinya ratusan pilot tersebut akan dimasukkan dalam pelatihan selama 7--9 bulan. Pelatihan terdiri dari ground training dan flight training.

Pelatihan tersebut dimaksudkan untuk mempersiapkan calon pilot tersebut menjadi kopilot junior. Pilot ab initio adalah sebutan bagi penerbang yang baru lulus dan mendapatkan lisensi pilot komersial.

Pengalaman terbang pilot tersebut dalam mengangkut penumpang belum ada. Bahkan, pengalaman hanya didapat saat belajar di sekolah penerbang.

Dia menjelaskan pilot tersebut masih membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi kapten pilot. Garuda Indonesia menetapkan standar 5 tahun dengan 3.000 jam terbang kepada kopilot sebagai salah satu syarat untuk menjadi kapten pilot.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top