Menteri PUPR Siap Beri Sanksi Jika Ada Kelalaian di Tol Manado-Bitung

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono siap memberikan sansi terhadap kontraktor apabila ditemukan kelalaian dalam pembangunan ruas Tol Manado-Bitung.
Yanita Petriella | 19 April 2018 06:40 WIB
Konstruksi overpass yang runtuh di atas lokasi rencana tol Manado-Bitung. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono siap memberikan sansi terhadap kontraktor apabila ditemukan kelalaian dalam pembangunan ruas Tol Manado-Bitung.

Saat ini, tim Komite Keselamatan Konstrusi (KKK) tengah melakukan investigasi di ruas tol tersebut.

"Itu bukan konstruksi layang, kami belum bisa memberikan info. Tim KKK ke sana belum bisa masuk lokasi karena masih diberi garis polisi. Kami masih menunggu hasil," ujarnya, Rabu (18/4/2018).

Apabila hasil investigasi dan rekomendasi KKK menunjukkan adanya kelalaian, pihaknya siap memberikan sanksi.

"Sanksi kami berikan sesuai rekomendasi KKK," ucap Basuki.

Sebelumnya, Corporate Secretary PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) Puspita Anggraeni mengatakan sejak Senin (16/4) telah dilaksanakan pembangunan overpass (2 slab) di Desa Tumaluntung, Minahasa Utara (STA 13+600) dengan spesifikasi panjang bentang 36 meter dan lebar 10 meter sebagai penghubung atau akses Jl. Tumaluntung yang kemudian akan diikuti dengan pekerjaan konstruksi underpass jalan Tol Manado-Bitung.

Pada Selasa (17/4) siang, pekerjaan pengecoran insitu pada salah satu slab, tiba-tiba runtuh, di mana salah satu slab dengan spesifikasi dan metode kerja yang sama telah berhasil dibangun.

"Dengan demikian dapat kami sampaikan klarifikasi bahwa konstruksi yang runtuh adalah overpass akses Jl. Tumaluntung yang melintas di atas lokasi rencana jalan Tol Manado-Bitung (underpass) dan bukan konstruksi jalan Tol Manado-Bitung (belum terbangun)," terangnya.

Tag : jalan tol, Kementerian PUPR
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top