Bisakah Aturan Konten Lokal 5G Berjalan?

Perlu dipertimbangkan bahwa bobot yang dikenakan sesuai dengan kemampuan industri lokal.
Duwi Setiya Ariyanti | 19 April 2018 13:05 WIB
Ilustrasi Internet of things

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menyatakan tengah merancang ketentuan pengenaan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) untuk penerapan 5G. Berikut beberapa saran yang diajukan.

Founder IoT Forum Teguh Prasetya mengatakan pemerintah harus mempertimbangkan tiga hal utama dalam menerapkan ketentuan komponen lokal. Pertama, penting bagi pemerintah untuk melihat kesiapan industri dalam negeri.

Kedua, kompetensi sumber daya manusia (SDM) juga harus sejalan agar bisa mendukung kebijakan ini. Ketiga, Teguh menyebut ekosistem yang mendukung perlu dibangun sehingga kebijakan mudah dijalankan.

"Yang pertama adalah kesiapan industri dalam negeri, SDM yang kompeten serta ekosistem yang mendukungnya," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (17/4/2018).

Dihubungi terpisah, perwakilan IoT Forum, Fita Maulani mengatakan semangat penerapan TKDN positif untuk melakukan proteksi dan pengembangan kapasitas industri dalam negeri. Kendati demikian, perlu dipertimbangkan bahwa bobot yang dikenakan sesuai dengan kemampuan industri lokal. Sebagai contoh, pada penerapan TKDN untuk peranti 4G.

Menurutnya, untuk pengenaan TKDN pada peranti keras lebih sulit karena masih terdapat gap pada pasar untuk komponen lokal yang dibutuhkan.

"Kalau hardware rasanya sulit mengisi komponen lokal karena banyak yang belum ready atau bahkan industri penunjangnya belum ada," ujarnya.

Dia menyarankan agar pemerintah fokus pada pengembangan SDM. Pasalnya, adopsi teknologi membutuhkan SDM dengan kemampuan yang memadai. Pembangunan pusat riset atau pelatihan dan balai sertifikasi keahlian akan membantu pelaku usaha untuk menyerap tenaga kerja lokal.

"Sebenarnya bisa dibantu insentif dengan membangun lab atau memberikan pelatihan sertifikasi keahlian bagi SDM lokal sehingga bisa diserap industri dengan cepat."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Internet of Things

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top