ALFI Luncurkan Layanan Logistik Online via ilfa.or.id

Asosiasi logistik dan forwarder Indonesia (ALFI) menggandeng PT Indonesia Logistik Community Services (ILCS)anak usaha PT Pelabuhan Indonesia IIdalam mengoperasikan layanan logistik berbasis online yang dikenal dengan smart port.
Akhmad Mabrori | 18 April 2018 13:27 WIB
Ilustrasi aktivitas logistik - Reuters/Jason Lee

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi logistik dan forwarder Indonesia (ALFI) menggandeng PT Indonesia Logistik Community Services (ILCS)—anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II—dalam mengoperasikan layanan logistik berbasis online yang dikenal dengan smart port.

Layanan online tersebut dikemas dan bisa diakses melalui portal www.ilfa.or.id, untuk memudahkan pelaku bisnis logistik dalam bertransaksi pada kegiatannya yang berkaitan dengan pergudangan, trucking, sistem pemesanan shipping instruction, pemantauan pergerakan vessel dan barang di pelabuhan yang terkoneksi dengan 130 negara di dunia.

Peluncuran sistem layanan logistik online tersebut berbarengan dengan pelaksanaan sosialisasi sejumlah peraturan pemerintah di bidang logistik yang digelar ALFI DKI Jakarta dan diikuti 700-an perusahaan forwarder dan logistik, hari ini Rabu (18/4/2018).

"Kami fokus mewujudkan layanan logistik yang cepat dan efisien.Sistem ini bisa digunakan secara gratis oleh perusahaan logistik di dalam maupun luar negeri sebab sudah terintegrasikan dengan layanan logistik di sejumlah negara," ujar Ketua Umum DPP ALFI, Yukki Nugrahawan Hanafi, Rabu (18/4/2018).

Yukki yang juga menjabat Chairman Asean  Federation of Forwarders Association (AFFA) optimistis bahwa sistem ini membawa kemudahan bagi pelaku logistik.

Dia mengatakan, sudah sejak beberapa bulan lalu pihaknya juga terus menyosialisasikan sistem layanan online itu dalam berbagai kesempatan termasuk di luar negeri.

Upaya ini, imbuhnya,  guna meningkatkan logistic performance indeks (LPI ) RI sekaligus mendorong kemudahan berusaha atau  ease of doing business.

"Harapannya sistem smart port ini dapat digunakan anggotanya yang tentunya akan membawa kemudahan di era digitilasasi saat ini," tuturnya.

Dia menjelaskan, pengembangan konektifitas sistem smart port akan memberikan akses kepada lebih dari 53 pelayaran ocean going, terupdate dengan jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal unlimited dari 130 negara, serta terhubung dengan manifest Jepang, USA dan Canada, track and trace container.

"Selain itu pengguna bisa membooking slot kapal yang dituju beserta pengajuan pembuatan dokumen pengapalannya," ujar dia.

Tag : alfi
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top