Evaluasi PSN di Sektor Transportasi Dinilai Tepat

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai langkah pemerintah mengevaluasi proyek strategis nasional (PSN) di sektor transpotasi sudah tepat.
Rivki Maulana | 18 April 2018 13:25 WIB
Pekerja berjalan melewati rel kereta api di Jakarta, Selasa (14/3). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai langkah pemerintah mengevaluasi proyek strategis nasional (PSN) di sektor transpotasi sudah tepat.

Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana mengatakan sebanyak 7 dari 14 proyek yang dicoret dari daftar PSN adalah proyek kereta api. Pencoretan tujuh proyek ini sekaligus memangkas jumlah PSN di sektor perkeretaapian menjadi 16 proyek dari sebelumnya 23.

Pengurangan proyek berstatus PSN, menurutnya, membuat pemerintah bisa lebih fokus mengerjakan proyek-proyek yang sudah menampakkan progres. Terlebih, MTI menilai sumber daya yang ada untuk menggarap proyek perkeretapian tidak sebanding dengan jumlah proyek

Aditya mencontohkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan proyek LRT Jabodetabek sudah cukup menguras sumber daya pemerintah dan badan usaha pelaksana.

"PSN seharusnya memang selektif. Kalau masih lambat, tidak masalah dikeluarkan [dari daftar]," jelasnya kepada Bisnis.com, Rabu (18/4/2018).

Untuk diketahui, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) telah merilis 14 proyek yang dikeluarkan dari daftar PSN. Pencoretan itu merupakan hasil evaluasi KPPIP yang bersandar pada empat kriteria, yakni kriteria dasar, kriteria strategis, kriteria operasional, dan kriteria dukungan yang jelas (champion).

Berdasarkan keterangan KPPIP, proyek perkeretaapian yang dihapus dari daftar PSN adalah proyek Kereta Api Kertapati - Simpang - Tanjung Api-Api, proyek Kereta Api Muara Enim - Pulau Baai, dan proyek Kereta Api Tanjung Enim - Tanjung Api-Api.

Selanjutnya, proyek Kereta Api Jambi – Pekanbaru, proyek Kereta Api Jambi – Palembang, proyek Pembangunan Rel Kereta Api Provinsi Kalimantan Timur, dan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Koridor East – West. Berdasarkan keterangan dari laman KPPIP, gabungan nilai investasi dari tujuh proyek tersebut mencapai Rp256,9 triliun.

Proyek dengan nilai terbesar dicatatkan MRT Jakarta Koridor East-West sebesar Rp117 triliun, disusul proyek kereta api Kalimantan Timur senilai Rp53,3 triliun. Dalam catatan Bisnis.com, pendanaan 2 proyek yang dicoret dari PSN berasal dari APBN, 3 proyek dari swasta, 1 proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha, dan 1 proyek lainnya pinjaman luar negeri.

Di sisi lain, MTI menilai penghapusan tujuh proyek perkeretaapian dari daftar PSN tidak berarti proyek tersebut tidak lagi dikerjakan. Aditya menyebutkan proyek-proyek tersebut masih bisa disiapkan untuk PSN di periode berikutnya, yakni periode selepas 2019.

Untuk diketahui, 14 proyek dihapus dari daftar PSN karena diragukan bisa memulai konstruksi pada kuartal III/2019.

Tag : infrastruktur
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top