Akan Ada 8 Miliar Ponsel Pintar pada 2025

Tren penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin meningkat sehingga membuat dunia semakin pintar pada 2025.
Herdiyan | 18 April 2018 08:19 WIB
Rotating Chairman Huawei Eric Xu memberikan paparan dalam Huawei Global Analyst Summit (HAS) 2018 dengan tema Envision a Fully Connected, Intelligent World di Shenzhen, China - Herdiyan

Shenzhen, China — Perusahaan teknologi asal China, Huawei Investment & Holding Co. Ltd., memprediksi tren penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin meningkat sehingga membuat dunia semakin pintar pada 2025.

Rotating Chairman Huawei Eric Xu mengatakan pihaknya memperkirakan terdapat 8 miliar ponsel pintar yang beredar pada 2025 dengan jumlah pengguna sekitar 6,5 miliar. 

Adapun 80% di antaranya terhubung ke mobile broadband dengan kebutuhan lalu lintas layanan data (mobile traffic) hingga 1 GB per pengguna per hari.

“Tahun ini kami kalkulasi 4 miliar orang tidak terhubung ke internet, 5 miliar orang tidak mempunyai smartphone, dan 40% mobile users tidak mempunyai akses ke broadband,” katanya pada Huawei Global Analyst Summit (HAS) 2018 dengan tema Envision a Fully Connected, Intelligent World di Shenzhen, Guangdong, China, Selasa (17/4/2018).

Pada 2025, juga diestimasi jumlah pengguna teknologi virtual reality atau augmented reality (AR/VR) mencapai 440 juta pengguna.

Penggunaan internet yang ditunjang dengan ketersediaan solusi pintar atau AI yang memudahkan hidup manusia bisa dilihat dari berkembangnya perangkat pintar yang menjadi asisten personal cerdas, solusi bagi perusahaan, solusi rumah pintar, kota pintar, dan sebagainya.

Menurutnya, pada tahun tersebut akses home broadband akan mencapai 75% dibandingkan tahun ini sekitar 40%. Layanan ini akan tumbuh 12% secara tahunan.

Sebagai informasi, Huawei Global Analys Summit pertama kali digelar pada 2004 dan berlanjut hingga 15 tahun kemudian. Tahun ini, gelaran HAS 2018 berlangsung pada 17–19 April dengan berbagai sesi paralel yang dihadiri pakar dari berbagai industri di seluruh dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kecerdasan buatan (AI)

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top