PPRO Siapkan Proyek Coliving

PT PP Properti Tbk. menyiapkan proyek special untuk generasi millennials di Surabaya dan Semarang.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 18 April 2018 01:30 WIB
Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat (kiri) berbincang dengan Preskom Lukman Hidayat, seusai rapat umum pemegang saham tahunan perseroan, di Jakarta, Rabu (8/3). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – PT PP Properti Tbk. menyiapkan proyek spesial untuk generasi millennials di Surabaya dan Semarang.

Perusahaan berkode saham PPRO itu  menyiapkan proyek  dalam konsep co-living. Direktur Utama PT PP Properti Taufik Hidayat menyebut pilot project coliving ini akan dilaksanakan  di dekat Universitas Kristen Petra.

“Marketnya ini millennial. Jadi gampangnya, bagaimana kita buat konsep sharing dengan penghuni lainnya,” ujar Taufik di Gedung Subiyanto, Kantor PPRO, Selasa (17/4/2018).

Direktur Operasi PP Properti, Galih Saksono menyatakan ada sejumlah pertimbangan perusahaan dalam membangun coliving. Pasalnya, apa saja ruangan yang bisa dibagi bersama sesama penghuni.

“Yang bisa disharingkan itu kira-kira apa? Kamar mandi, itu privat. Jadi yang kemungkinan bisa di sharing bersama adalah living room, dining room, dan kitchen room,” jelas Galih.

Dia menyebutkan ukuran ruangan coliving ini akan lebih kecil, selain itu harga yang ditawarkan kepada calon penghuni juga lebih kecil. Ada pun proyek ini nantinya tidak hanya menyediakan kebutuhan coworking space tetapi juga hunian bersama.

Sebelumnya, konsultan bisnis properti, Jones Lang LaSalle atau JLL Indonesia menilai generasi millennial mengincar rumah vertikal terintegrasi transportasi publik sebagai hunian masa depan.

Vivin Hartanto, Head of Advisory JLL Indonesia menyatakan saat ini bisnis properti memang tengah menghadapi perubahan gaya hidup dan model bisnis. Pasalnya, generasi yang muda yang masuk dalam golongan millennials ini menyukai hunian compact, apartemen, atau co-living. Perubahan permintaan inilah yang harus dicermati para pengembang.

“Dari sisi tempat tingggal, ada commuter, dekat tempat kerja, mereka harus biasa dengan public transportation dan fine environment, dan mereka harus ada refreshing dan membuat mereka lebih hidup,” papar Vivin.

Dia menyatakan generasi millennial memiliki kecenderungan sangat dinamis dan berimbas pada perubahan cepat pola transaksi dan permintaan pasar. Salah satunya adalah tumbuhnya tren properti di dekat stasiun untuk memudahkan akomodasi.

Selama ini, rumah vertikal atau apartemen memang sudah banyak muncul namun masih dominan permintaan rumah tapak. Pasalnya, rumah vertikal baru mendapat posisi sebagai subsitusi rumah tapak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bisnis properti

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top