Kemenperin Minta Norwegia Permudah Akses Ekspor

Kementerian Perindustrian meminta Pemerintah Norwegia untuk mempermudah akses masuk sejumlah produk, seperti tekstil, alas kaki, dan produk turunan minyak kelapa sawit.
Annisa Sulistyo Rini | 18 April 2018 18:22 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. - Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian meminta Pemerintah Norwegia untuk mempermudah akses masuk sejumlah produk, seperti tekstil, alas kaki, dan produk turunan minyak kelapa sawit.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan permintaan tersebut disampaikan kepada Menteri Perikanan Norwegia Per Sandberg saat berkunjung ke Kemenperin pada Rabu (18/4/2018). Keduanya membahas terkait perundingan perdagangan antara Indonesia dengan EFTA (European Free Trade Association) yang akan diselenggarakan pada Mei 2018 di Jakarta.

“Kami meminta kelapa sawit dimasukkan dalam perundingan karena kalau di Norwegia hal ini masuk ke resolusi parlemen sehingga kelapa sawit tidak dimasukkan. Kemudian, kami mendorong untuk produk testil dan footwear supaya bisa masuk dengan tarif lebih rendah,” ujarnya.

Airlangga menjelaskan untuk produk pakaian jadi dan sepatu dari Indonesia saat ini masih dikenakan bea masuk antara 10% hingga 20% di negara-negara Eropa. Bea masuk tersebut mengurangi daya saing produk Indonesia terhadap produk negara lain yang mendapatkan bea masuk lebih rendah.

Sebagai balasan, Pemerintah Norwegia juga menyampaikan beberapa permintaan, antara lain kemudahan impor produk perikanan ke Indonesia, seperti ikan cod dan salmon dengan tarif masuk yang rendah atau 0%. Selain itu, anggota EFTA yang lain, yaitu Swiss juga meminta penyelesaian beberapa hal terkait dengan intellectual property rights dan kemudahan impor seperti untuk skim dan susu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top