Spokle, Aplikasi untuk Anak dengan Gangguan Pendengaran

Pengguna baru aplikasi Spokle akan menerima akses gratis untuk bulan pertama.
N. Nuriman Jayabuana | 16 April 2018 09:08 WIB
(Kiri ke kanan) Gia Kuek, SLT SI-OT Speech Language - Speech Therapist & Clinical Director, Andrew Kendrick, MEd, LSLS Cert. AVT - Listening & Spoken Language Director, dan Elisabeth Yunarko - Co Founder & Managing Director Spokle - N. Nuriman Jayabuana

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan jasa kesehatan asal Australia Spokle Group Pty Ltd meluncurkan aplikasi Spokle App yang menyediakan program bimbingan profesional bagi anak dengan gangguan pendengaran.

Seringkali orang tua dari anak-anak dengan gangguan pendengaran (yang baru saja menggunakan alat bantu dengar) akan berjuang untuk mengetahui cara untuk membantu anak mereka mengembangkan keterampilannya dalam komunikasi dan berbahasa.

WHO memperkirakan sekitar 466 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan pendengaran dan 34 juta dari mereka adalah anak-anak. Selain itu, WHO menyatakan bahwa gangguan pendengaran yang tidak ditangani pada anak-anak dapat mempengaruhi perkembangan bahasa lisan mereka.

“Mendapatkan bantuan yang tepercaya menjadi hal yang sulit bagi keluarga yang memiliki anak yang berjuang dalam berkomunikasi,” kata Andrew Kendrick, seorang terapis dengan sertifikasi internasional LSLS Cert. AVT yang juga merupakan Pimpinan Terapis SpokleTM App dalam siaran pers, Minggu (15/4)

 “Kekurangan spesialis bahasa, biaya, tekanan waktu, dan kurangnya kesadaran dan koneksi komunitas membuat kehidupan sehari-hari sangat sulit bagi para orang tua ini.”

Kendrick telah menghabiskan karirnya dalam penuh upaya untuk membantu keluarga yang terlibat dan terhubung dengan anak-anak berkebutuhan khusus, mengembangkan program, mengajar dan memberikan terapi di Australia dan Asia. 

“Setelah hidup dan bekerja selama 10 tahun di Asia termasuk Thailand, Singapura, China, India saya melihat banyak keluarga tidak memiliki akses dalam mencari informasi dan teknik terkini yang telah kami lakukan, karena semua informasi dalam bahasa Inggris.”

Spokle Group yang berbasis di Australia telah membentuk misinya adalah untuk membuat akses terapi bahasa lebih mudah dan lebih terjangkau bagi banyak keluarga. 

“Indonesia memiliki lebih dari 18.000 pulau, sulit bagi banyak keluarga untuk mengakses perawatan secara rutin, namun teknologi seluler begitu mudah tersedia. Kami pikir - mengapa tidak membawa pengetahuan ahli ke keluarga?" kata  pendiri Spokle Elisabeth Yunarko.

Spokle membawa bantuan dan pengetahuan dari para ahli langsung kepada keluarga melalui aplikasi seluler Spokle. Aplikasi Spokle melengkapi orang tua dengan strategi sederhana namun efektif yang dapat mereka lakukan sendiri melalui tutorial berbasis video. 

Orangtua tidak perlu membeli mainan mahal atau peralatan khusus untuk berlatih, semua kegiatan didasarkan pada rutinitas sehari-hari. Ada lebih dari 400 video kegiatan dengan petunjuk langkah demi langkah dan contoh dari kehidupan nyata.

Pada workshop di Jakarta, para peserta belajar teknik dan strategi baru secara langsung dari para ahlinya seperti Andrew Kendrick, seorang terapis dengan sertifikasi internasional LSLS Cert. AVT dan Gia Kuek, SLT, SI-OT tentang cara membantu anak-anak tunarungu mengembangkan kemampuan mendengar dan berbicara dalam lingkungan belajar yang menyenangkan, melibatkan seluruh anggota keluarga. Selain itu, semua program yang diajarkan oleh para ahli dapat ditemukan di aplikasi Spokle.

Pengguna baru aplikasi Spokle akan menerima akses gratis untuk bulan pertama. Pengguna baru aplikasi Spokle akan menerima akses gratis untuk bulan pertama.Semua program dalam aplikasi Spokle dapat diakses secara berlangganan dengan biaya Rp 250.000 / bulan dan tersedia di iTunes dan Google Play Store.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tips digital

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top