Helix Homes America Targetkan 100 Unit

Bisnis.com, JAKARTA -- Helix Homes America LLC tetap menargetkan 100 klien per bulan yang berasal dari Indonesia untuk membeli properti di Amerika Serikat.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 16 April 2018 17:01 WIB
Bisnis.com, JAKARTA -- Helix Homes America LLC tetap menargetkan 100 klien per bulan asal Indonesia agar bisa mencapai 100 unit rumah terjual untuk investor Indonesia.
CEO Helix Homes America, Joseph Nelson menyatakan perusahaan ini memang menargetkan penjualan 100 unit per bulan. Namun realisasinya di Indonesia, properti yang terserap baru sekitar 65 unit per bulan. 
"Kami menekankan belum tentu tercapai 100 unit per bulan, tetapi kami mengutamakan perolehan klien ketimbang unit. Kami menargetkan 100 klien per bulan dari Indonesia," jelas Joseph di Grand Hyatt, Sabtu (7/4/2018).
Dia menyebut investasi yang ditanamkan melalui Helix Homes America ini terjamin kredibilitasnya. Alasannya, semua uang yang ditanamkan untuk pembelian unit rumah akan diurus atas nama investor terkait, bukan atas nama Helix Homes America selaku perusahaan.
Joseph menyebut investasi perumahan yang ditawarkan Helix Homes America pasca pemenuhan syarat green card akan berlokasi dia tiga tempat. Saat ini hunian rumah tapak yang ditawarkan berlokasi di; Chicago di Illinois, lalu di Indianapolis di Indiana, dan di Detroit tepatnya di negara bagian Michigan.
Lokasi lain yang akan dikembangkan oleh Helix Homes America berlokasi di California. Menurutnya, kawasan ini cocok untuk menjadi area real estate. Di daerah tersebut juga masih tersedia banyak rumah bekas yang perlu direnovasi agar bisa kembali dipasarkan.
"Kami adalah gabungan pengembang, agency, ataupun property management. Sejauh ini kami sangat senang Indonesia karena banyak pihak berpartisipasi," sambung Joseph.
Sebagai informasi, perusahaan ini tidak hanya bergerak sebagai pengembang, melainkan juga mitra atas program pemerintah Amerika Serikat (AS) yang bernama EB-5 Program. 
Ada pun EB-5 adalah program yang mulai pada 1990 oleh A.S Citizenship and Immigration Service (UNCIS). Program ini bertujuan agar pemerintah AS bisa menstimulus penanaman modal investasi sektor properti serta meningkatkan perekonomian dengan menciptakan lapangan pekerjaan bagi pekerja asal AS.
Tak mengherankan ketika salah satu persyaratan awal untuk bisa membeli rumah senilai Rp800 juta dolar adalah memiliki green card, sebagai kartu tanda kependudukan permanen.
Kendati demikian, biaya yang digelontorkan dan prosedur untuk mendapatkan green card tidaklah mudah. Calon investor harus menginvestasi US$1 juta dan membuka 10 lapangan pekerjaan permanen penuh waktu di Amerika. Ada pun semua prosedur memiliki green card bisa dilakukan melalui one stop solution dengan Helix Homes America.
Tag : bisnis properti
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top