Tri Siapkan US$200 Juta untuk Perkuat Jaringan

Tri akan membangun base transceiver station (BTS) 3G dan 4G serta transmisi baru di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.
Duwi Setiya Ariyanti | 16 April 2018 08:59 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Hutchison 3 Indonesia menganggarkan US$200 juta untuk membangun infrastruktur sepanjang 2018.

Wakil Direktur Utama Hutchison 3 Indonesia Danny Buldansyah mengatakan spektrum baru di rentang frekuensi 2,1 GHz diharapkan mendorong kinerja tahun ini. 

Kendati demikian untuk menambah jumlah pelanggan, pihaknya tak akan mengambil jalan menurunkan rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU) karena meskipun dari sisi trafik data terkerek naik hingga 160%, penambahan jumlah pelanggan tak signifikan. 

Oleh karena itu, oada tahun ini pihaknya fokus pada perbaikan kualitas pelayanan melalui jaringan yang  lebih kuat. 

Danny menyebut perusahaan menganggarkan US$200 juta untuk pembangunan base transceiver station (BTS) 3G dan 4G serta transmisi baru di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. 

"Enggak [turunkan ARPU] dong. Sekarang aja udah rugi. Kami kasih service yang bagus aja biar kuotanya makin banyak," katanya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu (4/4/2018).

Sebelumnya, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Giovanni Dustin mengatakan strategi operator seluler untuk beradu tarif murah akan terus berjalan. 

Langkah penurunan ARPU pun tak hanya dilakukan operator kakap seperti Telkomsel, Indosat dan XL. Giovanni memprediksi bahwa Tri akan ikut berkompetisi menekan ARPU setelah menyelesaikan proses penataan atau refarming pada spektrum yang baru. Seperti diketahui, Hutchison Tri memenangkan lelang untuk spektrum 2,1 GHz pada akhir 2017.

"Apabila spektrum baru sudak bisa dipakai, Hutch akan memiliki kapasitas network tambahan yang berarti mereka bisa menambah jumlah pelanggan. Saya melihat adanya kemungkinan Hutch menurunkan harga untuk compete," katanya.

Tag : seluler
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top