Kementerian ESDM Catat Progres Megaproyek 35.000 MW Capai 40%

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat progres program pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) telah mencapai 40% per 1 April 2018.
Denis Riantiza Meilanova | 15 April 2018 20:35 WIB
Pekerja melintas di dekat baling-baling yang akan dirakit di Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo I di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat progres program pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) telah mencapai 40% per 1 April 2018.

Progres pembangunanan tidak dilihat dari proyek yang telah beroperasi saja, namun kemajuan dari masing-masing tahapan baik operasi, konstruksi, kontrak, pengadaan dan perencanaan.

Mengutip laman resmi Kementerian ESDM, sebanyak 17.024 MW pembangkit listrik dalam program 35.000 MW sedang memasuki tahap konstruksi, sementara 1.584 MW telah beroperasi.

Sedangkan proyek yang sudah terkontrak, namun belum konstruksi mencapai 12.690 MW. Apabila dilihat dari total jumlah proyek yang sudah kontrak, yaitu sebesar 31.298 MW. Progres program 35.000 MW mencapai 89%. Selebihnya, yang masih dalam tahap pengadaan dan perencanaan masing-masing sebesar 3.414 MW dan 1.095 MW.

Selain program 35.000 MW, pemerintah juga menjalankan program 7.000 MW yang terdiri dari lanjutan dari Fast Track Program (FTP) tahap I dan II serta program reguler. Per 1 April 2018, progres program tersebut yang telah beroperasi sebesar 6.434 MW dan yang memasuki tahap konstruksi sebesar 1.406 MW.

Percepatan program ketenagalistrikan 35.000 MW dan 7.000 MW merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan tercapainya rasio elektrifikasi 99% pada 2019. Elektrifikasi menjadi salah satu program prioritas nasional agar seluruh masyarakat di seluruh pelosok tanah air dapat menikmati listrik.

"Sesuai arahan bapak Presiden dan bapak Menteri ESDM bahwa target rasio elektrifikasi nasional tahun 2019 sebesar 99% lebih, dan kami terus kerjakan untuk mencapai itu. Tahun 2017 kita berhasil capai 95,35%, jauh melampaui targetnya yaitu 92,75%. Kami optimistis dan kami kerjakan karena elektrifikasi adalah bagian dari mewujudkan energi berkeadilan," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Minggu (15/4/2018).

Upaya meningkatkan elektrifikasi juga dilakukan dengan program listrik desa. Melalui PT PLN (Persero), pada 2017 program listrik desa telah menjangkau 75.682 desa. Dalam 2 tahun terdapat tambahan sebanyak 5.291 desa dibandingkan 2015 sebanyak 70.391 desa.

Selain itu, sebagai program pra elektrifikasi sebelum jaringan listrik masuk ke desa-desa terpencil, pemerintah juga memberikan lampu surya gratis untuk rumah di desa belum berlistrik. Paket program yang dinamakan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) terdiri dari 4 buah lampu LED dan baterai yang terintegrasi, panel surya, dan pengisi daya ponsel (charger).

Pembiayaan program LTSHE tersebut bersumber dari APBN. Pada 2017 pembagian dan pemasangan LTSHE telah dilakukan untuk sekitar 80 ribu rumah. Sedangkan 2018 ini ditargetkan sebanyak 175 ribu rumah dan untuk 2019 sedang tahap perencanaan untuk 125 ribu rumah.

Tag : pembangkit listrik
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top