Kolaborasi Kunci Pembangunan Industri 4.0

Perubahan terus-menerus di era digital ini membuat para pelaku di industri tidak boleh berhenti mengadopsi perkembangan teknologi
Dhiany Nadya Utami | 15 April 2018 13:45 WIB
Ilustrasi Internet of things

Bisnis.com, JAKARTA — Industri telekomunikasi tengah menerapkan konsep Industri 4.0 yang dicanangkan pemerintah. Dalam prosesnya, kemampuan untuk bersinergi serta berkolaborasi jadi kunci.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengajak para perusahaan telekomunikasi yang tergabung dalam lembaga nirlaba Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) untuk bersama-sama membangun jaringan demi mewujudkan revolusi industri yang mengandalkan automasi mesin tersebut.  

“Pemerintah berharap Mastel dapat berinisiatif dan bekerja sama sehingga kita bisa membangun platform yang bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya ketika memberi pemaparan dalam pembukaan Musyawarah Nasional Mastel IX 2018 di Jakarta, Kamis (12/4/2018)

Dia mengatakan revolusi digital yang sejalan dengan Industri 4.0 membawa tantangan bagi para perusahaan. Menurutnya perubahan terus-menerus di era digital ini membuat para pelaku di industri tidak boleh berhenti mengadopsi perkembangan teknologi yang ada agar dapat terus mengikuti zaman.

“Tidak ada zona nyaman dalam Industri 4.0 ini,” katanya.

Darmin mengimbau para pelaku industri dalam negeri untuk bahu-membahu dan berkomunikasi dengan intensif satu sama lain agar dapat maju meski tanpa sokongan modal asing.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia Kristiono menyebut para pelaku industri telekomunikasi juga tengah berlomba menerapkan konsep Industri 4.0 sebagai antisipasi masuknya perusahaan asing yang canggih.

Dia membenarkan Industri 4.0 bukan hal yang mudah karena membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Ini menjadi kesulitan sendiri bagi perusahaan dalam negeri untuk bertahan apalagi pintu bagi pemodal asing, termasuk di lini telekomunikasi, terbuka lebar.

“Industri 4.0 itu perlu dukungan, termasuk dari pemerintah sebagai pemegang policy,” kata Kristiono.

Selain modal, faktor penting lainnya adalah sumber daya manusia yang mumpuni untuk menghadapi kebutuhan revolusi industri. Para pengusaha, tambah Kristiono, harus paham betul seluk-beluk Industri 4.0.

Tag : Revolusi Industri 4.0
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top