Standard Chartered Dukung Misi Perdagangan ke Afrika

Standard Chartered Bank Indonesia menilai kesempatan investasi ke Afrika terbuka lebar dan mendukung perwujudan kerja sama perdagangan ke wilayah tersebut.
Pamuji Tri Nastiti | 13 April 2018 11:59 WIB
CEO Standard Chartered Bank Indonesia Rino Donosepoetro dalam sesi panel di sela - sela penyelenggaraan IAF 2018, bersama dengan nara sumber lainnya yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan dan Industri dari Mozambik Ragendra Berta de Sousa, dan EVP African Eximbank Amr Mohamed Ali Kamel.

Bisnis.com, JAKARTA – Standard Chartered Bank Indonesia menilai kesempatan investasi ke Afrika terbuka lebar dan mendukung perwujudan kerja sama perdagangan ke wilayah tersebut.

Hal itu terungkap dalam panel diskusi ekonomi di Indonesia-Africa Forum pada 10-11 April 2018 bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan dan Industri dari Mozambik Ragendra Berta de Sousa, dan EVP African Eximbank Amr Mohamed Ali Kamel.

CEO Standard Chartered Bank Indonesia Rino Donosepoetro menggarisbawahi bahwa akses pasokan komoditas ke Afrika sangat penting. Namun, hal itu perlu didukung dengan infrastruktur memadahi dan informasi kebutuhan pasar yang pasti.

“Jalur pasokan itu penting, dan yang bisa kita wujudkan adalah misi perdagangan dengan informasi memadahi. Kesempatan ikut ambil bagian di Afrika paling tinggi di sektor infrastruktur sehingga hal itu perlu dikelola,” ujarnya.

Standard Chartered berharap ada kerja sama strategis dari sejumlah pihak seperti Kadin yang memetakan investasi asing maupun dari perbankan internasional dengan terus melakukan promosi dengan tindak lanjut yang diperlukan. “Dengan gerak yang terarah maka kerja sama selatan-selatan akan semakin tampak di dunia.” 

Rino juga menyatakan bahwa pasar Afrika akan terus digali dengan bantuan informasi dari pihak berwenang seperti Kementerian Perdagangan dan Insdustri Afrika yang memiliki data mengenai kebutuhan dan potensi ekonomi untuk dikembangkan.

EVP African Eximbank Amr Mohamed Ali Kamel mengatakan pihaknya sejauh ini melihat keterlibatan bank lokal telah ikut mengatasi pembiayaan sektor industri menengah di Afrika. “Posisi kami harus berani mengambil risiko dari aspek perdagangan di antaranya risiko nilai tukar yang kadang tidak menguntungkan,” katanya. 

Menurut dia, sektor UKM di Afrika masih mendominasi sehingga model pengembangan perdagangan dan investasi yang menyasar UKM juga perlu ditekankan dalam kerja sama berkelanjutan. 

Adapun, Menkeu Sri Mulyani mengatakan bahwa harus ada kemampuan besar untuk mengatasi lambatnya pertumbuhan sektor perdagangan dan investasi khususnya di pasar menengah dalam hal ini sektor UKM. 

Tag : standard chartered
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top