Blockchain Zoo Gelar Workshop untuk Eksekutif Perbankan

Sebagai salah satu perusahaan IT Consultant yang memfokuskan diri terhadap pemanfaatan teknologi blockchain, Blockchain Zoo terus melebarkan sayap. Saat ini, Blockchain Zoo mulai menjajaki pasar perbankan swasta nasional.
Mia Chitra Dinisari | 07 April 2018 12:09 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagai salah satu perusahaan IT Consultant yang memfokuskan diri terhadap pemanfaatan teknologi blockchain, Blockchain Zoo terus melebarkan sayap. Saat ini, Blockchain Zoo mulai menjajaki pasar perbankan swasta nasional.

Bekerjasama dengan PT. Mikro Mandiri Sejahtera,Blockchain Zoo menggelar seminar bertajuk "2 Days Discovery Workshop Blockchain for Executive" di JS Luwansa – Jakarta Selatan pada 28-29 Maret 2018 lalu.

Pada workshop, dipaparkan secara komperhensif mengenai konsep Blockchain yang dapat mendukung aktifitas perbankan tentunya membuat semakin efisien, aman dan menguntungkan.

Hadir sebagai pembicara, Chairperson dan Co Founder Blockchain Zoo Pandu Sastrowardoyo, Founder Blockchain zoo Roberto Capodieci, Co Founder Blockchain Zoo Jean Daniel Gauthier.

Kegiatan tersebut dihadiri pihak executive perbankan yang antara lain Bank Indonesia, Bank DKI, BNI, BCA dan SPIN (Sentral Pembayaran Indonesia). Dalam kesempatan tersebut, Chairwoman of the Board Blockchain Zoo, Pandu Sastrowardoyo menyampaikan,

“Dalam kegiatan ini, Blockchain Zoo akan memberikan solusi bagi pihak perbankan terkait pemanfaatan teknologi blockchain sesuai dengan kebutuhan masing-masing perbankan melalui produk masing-masing paper per bank,” ungkap Pandu dalam siaran persnya, Sabtu (07/04).

Ketua SPIN, Setiawan dalam kesempatan tersebut juga turut menyampaikan, “Disini kami mencoba mensinergikan teknologi blockchain untuk payment system dan cord banking (digital signature), dan sangat bermanfaat khususnya terkait efisiensi transaksi keuangan,” ungkap Setiawan.

Dalam kesempatan yang sama, Pandu juga mengumumkan, “Saat ini, Blockchain Zoo menjadi perusahaan IT pertama dan satu-satunya yang dalam jangka waktu 1 tahun sudah masuk dalam daftar ‘GARTNER’ yang merupakan IT Rating global, dan itu sangat membanggakan,” tutup Pandu.

Tag : teknologi, teknoogi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top