Mufidah Kalla Borong Oleh-oleh Daerah di Smesco

Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Jusuf Kalla mendorong pemasaran oleh-oleh khas daerah saat berkeliling Gedung Smesco melihat produk UKM buatan masing-masing provinsi, Sabtu (31/3/2018).
Rayful Mudassir | 31 Maret 2018 13:47 WIB
Mufidah Kalla (kedua kanan) saat berkunjung ke stan Provinsi Maluku Utara di Gedung Smesco, Jakarta, Sabtu (31/3). - Bisnis/Rayful Mudassir

Bisnis.com, JAKARTA -- Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Jusuf Kalla mendorong pemasaran oleh-oleh khas daerah saat berkeliling Gedung Smesco melihat produk UKM buatan masing-masing provinsi, Sabtu (31/3/2018).

Usai melakukan peresmian kembali Produk Unggulan Provinsi Smesco Minang Festival, Mufidah yang juga istri Wakil Presiden Jusuf Kalla berkunjung ke sejumlah stan provinsi.

Adapun kerajinan provinsi yang dilihat langsung olehnya adalah produk unggulan dari Provinsi Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Riau, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Papua Barat, Maluku, Jawa Barat, hingga DI Yogyakarta.

Tiap provinsi yang dikunjungi juga memberikan oleh-oleh kepada Mufidah. Tak ayal, sang ajudan harus menenteng seluruh produk daerah yang diberikan kepada istri Wapres tersebut.

"Ini Bum tas dari kulit buaya dari provinsi Papua Barat. Harganya Rp2,5 juta. Sesuai Bu, karena kulit buaya," kata Ketua Panitia relaunching produk unggulan provinsi Emilia Suhaimi yang memandu Mufidah ke seluruh stan.

Melalui pengeras suara, sambil memandu istri Wapres bersama istri Menteri Koperasi dan UKM Bintang Puspayoga, dia mengungkapkan seluruh produk dijual sesuai harga dari tangan pengrajin atau dari tangan pertama. Sehingga, keuntungan dapat dinikmati langsung oleh pengrajin.

Sebelumnya saat memberikan sambutan, Mufidah mengapresiasi revitalisasi Gedung Smesco yang akhirnya dapat menjadi pusat kerajinan dari seluruh provinsi di Indonesia. Menurutnya, langkah pemerintah untuk memusatkan seluruh produk UKM Nusantara merupakan komitmen pemerintah untuk mendorong seluruh produk agar dapat berdaya saing dalam menghadapi pasar global. 

"Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia memiliki peran besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja," papar Mufidah.

Tag : ukm
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top